
Renungan 04 Januari 2023, Bacaan Alkitab Lukas 12:22-34.
KEKHAWATIRAN
Lukas 12:22-34.
Lukas 12:25. Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta pada jalan hidupnya?
Janganlah kita merisaukan secara berlebihan kejadian-kejadian yang akan datang, sebab akan membawa beban kekhawatiran dan kesedihannya sendiri. Kekhawatiran membuat gelisah dan menyiksa, membuat pikiran kacau-balau, mengganggu tidur, dan menghalangi kita untuk menikmati sukacita di dalam Allah, dan mengaburkan pengharapan kita di dalam-Nya. Kekhawatiran membuat keragu-raguan dan sikap tidak percaya.
Kekhawatiran yang berlebihan akan masa depan, dan ketakutan akan kekurangan bahan-bahan persediaan yang dibutuhkan, bersumber dari ketidakpercayaan akan janji-janji Allah dalam kehidupan kita. Allah telah berjanji untuk menyediakan bagi umat kepunyaan-Nya segala hal yang diperlukan bagi kehidupan dan kesalehan, yakni bagi kehidupan sekarang ini; Ia menyediakan makanan dan pakaian, bukan yang lezat dan mewah, melainkan yang diperlukan.
Janganlah Anda kuatir akan hari besok, akan masa yang akan datang. Janganlah cemas akan masa depan, bagaimana Anda akan hidup tahun depan, atau ketika Anda sudah tua, atau apa yang akan Anda tinggalkan nanti. Sama seperti kita tidak boleh bermegah akan hari esok, begitu pula kita tidak boleh kuatir akan hari esok, atau apa yang bakal terjadi nanti. Hidup kita merupakan berkat.
Memang benar, bahwa hidup tidak dapat bertahan tanpa nafkah, tetapi makanan dan pakaian tidak boleh lebih tinggi nilainya daripada hidup dan tubuh itu sendiri. Makanan dan pakaian diperlukan untuk hidup, tetapi tujuan dari hidup itu sendiri lebih mulia dan lebih istimewa daripada sarananya. Makanan yang paling lezat dan pakaian yang paling mewah berasal dari bumi, tetapi hidup berasal dari nafas Allah.
Doa: “Ya Allah, ajarkan kami tidak khawatir, tetapi berserah dengan sungguh-sungguh kepada-Mu sebagai pemilik dari hidupku. Amin.”
Bacaan Setahun: Kejadian 6-8; Matius 4.
Renungan 04 Januari 2023, Bacaan Alkitab Lukas 12:22-34.
04 , 04 Januari 2023, 2023, Januari, Renungan Harian
Untuk membaca artikel atau renungan yang lain silakan klik disini
Paulus mengatakan, bahwa ibadah yang sejati tak dapat dipisahkan dari konsep mempersembahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Banyak orang memahami ibadah dalam arti menghadiri kebaktian gereja, berdoa, menyanyikan pujian, dan memberikan uang persembahan, tidak salah. Lebih jauh ibadah yang sejati adalah mempersembahkan seluruh kehidupan kita. Orang-orang Kristen daripada mempersembahkan sesuatu di luar diri mereka, sebaliknya, harus mempersembahkan tubuh mereka sendiri kepada Allah sebagai korban yang hidup, kudus, dan pantas. Yang dimaksudkan adalah suatu pelayanan rohani yang melibatkan seluruh kemampuan nalar mereka.
GBI Pasir Koja 39 Bandung