Mazmur 13:1-6
Mazmur 13:6. Tetapi aku, kepada kasih setia-Mu aku percaya, hatiku bersorak-sorak karena penyelamatan-Mu. Aku mau menyanyi untuk TUHAN, karena Ia telah berbuat baik kepadaku.”
Menjadi orang Kristen tidak otomatis kita menjadi kebal dengan yang namanya depresi. Faktanya, masalah demi masalah, penderitaan demi penderitaan, juga kandasnya sebuah impian dapat menghempaskan seseorang pada lembah depresi, entah dia orang Kristen atau bukan. Jika kita membaca mazmur yang ditulis oleh Raja Daud, seringkali ia pun mengawali mazmurnya dengan lirik-lirik yang penuh dengan ratapan dan dukacita.
“Air mataku menjadi makananku siang dan malam, karena sepanjang hari orang berkata kepadaku: “Di mana Allahmu?” “Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? “Berapa lama lagi aku harus menaruh kekuatiran dalam diriku, dan bersedih hati sepanjang hari? Berapa lama lagi musuhku meninggikan diri atasku?”
Namun, ia tidak terus tinggal tenggelam dalam lautan kesedihan dan depresi. Sebaliknya, ia melanjutkan mazmurnya dengan kata-kata pujian dan pengagungan kepada Allah. Ini tidak berarti, bahwa Allah telah melepaskan dia dari masalah dan penderitaan, tetapi Raja Daud memilih untuk mengarahkan pandangannya kepada pribadi Allah, janji-janji-Nya dan kebesaran-Nya. Dan terbukti, pujian yang penuh dengan iman kepada Allah menyembuhkan hatinya dan menguatkan Daud. Ia menjadi seorang raja Israel yang perkasa dan berkenan di hati Allah.
Menaikkan ucapan syukur dan pujian di tengah badai kehidupan yang Anda alami sangatlah ampuh untuk menyembuhkan kesedihan Anda. Karena ketika Anda memuji Allah, Anda akan melihat kebesaran-Nya dan teringat akan janji-janji-Nya. Saat itu terjadi, iman Anda akan bangkit dan Anda akan melihat mujizat Allah. Mari, mulai menghitung berkat-berkat-Nya dan perkatakan janji-janji Tuhan dengan penuh iman. Dia tidak pernah gagal!
Doa: “Terima kasih Bapa yang di sorga untuk firman dan janji-janji-Mu. Apa pun keadaanku, aku mau terus menaikan pujian dan syukur kepada-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
