PRAISE AND WORSHIP ISN’T SLOW SONG

Artikel Doa Sept
Oleh Soni Syam

Penyembahan dan Pujian terkadang diartikan sama dengan memainkan atau menyanyikan lagu yang mellow, lagu yang membuat kita terbawa suasana untuk terharu dan mengingat kebaikan Tuhan dalam hidup kita, tetapi apakah itu bentuk penyembahan yang Tuhan mau? Bagaimana dengan mereka yang tuna wicara atau tuna rungu? Kalau penyembahan adalah bernyanyi dan mendengar lagu mendayu-dayu, berarti orang-orang tersebut dapat dikatakan tidak pernah menjadi penyembah? Padahal dalam pencobaan di padang gurun pada Lukas 4:8 dikatakan oleh Tuhan Yesus sendiri bahwa, “Engkau harus menyembah Tuhan Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti.“

Jadi bentuk penyembahan apa yang sebenarnya diingini oleh Allah?
Yohanes 4:21-24 (TB)
21. Kata Yesus kepadanya: “Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem.
22. Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi.
23. Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.
24. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”
Kita tahu cerita saat Yesus beristirahat di atas bukit kota Samaria, dituliskan daerah itu bernama Sikhar, dekat tanah yang diberikan Yakub kepada anaknya Yusuf, di situ ada sebuah sumur dan Yesus berbicara dengan seorang perempuan Samaria.

Yesus adalah seorang Yahudi dan orang Yahudi pada waktu itu tidak berbicara dengan orang Samaria, karena menganggap budaya Samaria adalah budaya yang kejam, tidak murni, dan hasil kawin campur bangsa Israel dengan bangsa penyembah berhala pada masa pembuangan raja Asyur.
Tetapi Yesus mematahkan batasan budaya itu. Dia datang ke Samaria hanya untuk menyatakan bahwa Dia lah Mesias kepada wanita itu yang kita tahu adalah seorang Penzina yang memiliki suami sering ganti-ganti. Seorang wanita dengan budaya free sex. Tetapi Yesus datang untuknya karena hati-Nya mau memenangkan wanita itu menjadi seorang yang bebas dari dosa, dan seorang yang menjadi penyembah. Apakah wanita itu dapat bernyanyi? Dapat bermusik? Kita dapat lihat, bahwa dia datang ke sumur itu siang pukul 12. Pastilah, karena keadaannya, ia tahu orang-orang akan menjauhinya, sehingga ia merasa malu. Bahkan untuk berjalan saja dia sudah malu apalagi bernyanyi atau melayani di Bait Suci pada waktu itu.

Ada beberapa konteks yang Yesus kemukakan pada ayat 21-24 kepada wanita itu untuk jadi seorang penyembah.
1) Percayalah Kepada-Ku.
2) Mengenal kepada Siapa kita menyembah.
3) Menyembah dalam Roh dan Kebenaran.

Penyembah yang Yesus kehendaki adalah mereka yang percaya, bahwa Yesus adalah Mesias, Dia yang datang dengan kehendak Bapa.

Setelah percaya, menyembah Dia adalah harus mengenal-Nya, membangun relasi seperti bagaimana kita mencoba mengenal orang lain. Kita mulai terbuka, kita mulai mencari Dia setiap hari dan buah pengenalan itu harus berkembang menjadi rasa cinta. Jika kita belajar mengenal Kristus, kita akan mencintai Dia dan meninggalkan apa yang Yesus tidak suka. Jika tahap pengenalan itu tidak mengubahkan atau berdampak apapun terhadap kita, maka ada yang salah dengan cara kita mengenal-Nya.

Terakhir adalah penyembahan yang Dia kehendaki yaitu menyembah dalam Roh dan Kebenaran. Untuk dapat menyembah dalam Roh dan Kebenaran perlu hidup kudus, menyalibkan diri untuk lari dari dosa dan menyembah dalam kebenaran adalah hidup terus percaya kepada Yesus dan biarkan firman-Nya memimpin langkah hidup kita. Seorang yang hidup dalam kebenaran pastilah akan berkata-kata mengenai kebenaran. Inilah yang akhirnya perempuan Samaria itu dapatkan. Dia menyembah dan percaya bahwa Yesus Mesias dan memberitakan kebenaran di kota itu.

Yohanes 4:39 (TB)
39. Dan banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan itu, yang bersaksi: “Ia mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat.”

Inilah bentuk penyembahan yang Kristus mau, dimulai dari hati kita yang diubahkan lalu meluap jadi tindakan. Bentuknya bisa dalam kesaksian, tulisan, ekspresi, nyanyian. Semuanya itu harus datang dari rasa syukur di saat kita menemukan Yesus sebagai Tuhan dan Mesias, dan mengenal Dia dalam Roh dan Kebenaran yang tujuannya memuliakan nama-Nya

Check Also

Artikel Doa

KOSMO

Oleh: Sonny Syam Matius 28:19-20 (TB) Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah …