Puji syukur kepada Tuhan Yesus saya naikkan karena Anugerah-Nya saya diijinkan terlibat dalam misi Ke Pangkalan Bun – Kalimantan Tengah.
Kedatangan kami di Kalimantan Tengah disambut dan dijemput oleh bapak Reformasi Halawa. Dari bandara, perjalanan lanjutkan ke sebuah pulau yang bernama Pantai Kubu. Di tempat ini Pdt. Jantje membagikan firman Tuhan dengan memberikan motivasi dan arahan bagaimana agar mereka sebagai anak muda bisa menjadi contoh dan teladan.
Ada pengalaman yang menarik, pada saat acara akan dimulai kondisi cuaca disekitar lokasi “kurang mendukung”. Awan mendung dan tiupan angin yang begitu kencang membuat suasana ragu atas kelanjutan acara tersebut. Namun semua anak muda tidak peduli dengan kondisi cuaca saat itu sehingga acara tersebut terus berlangsung, mereka bersemangat memuji dan menyembah Tuhan. Saat firman Tuhan akan dibagikan, hujan turun dengan derasnya dan kami semua basah kuyup. Namun hal yang luar biasa adalah mereka tetap menikmati suasana bahkan seolah tidak peduli dengan keadaan saat itu. Mereka tetap bertahan mendengarkan firman Tuhan. Tidak lama waktu berselang tiba-tiba hujan berhenti berubah menjadi cerah, sehingga kami dapat menikmati acara dan bersukacita.
Keesokan harinya kami melanjutkan perjalanan ke daerah yang bernama Rantau Pulut dimana waktu tempuh untuk mencapai lokasi tersebut dibutuhkan 5 jam perjalanan darat. Kami menikmati perjalanan yang belum semuanya beraspal, jalanan berbukit dengan kondisi jalan tanah liat, pemandangan perkebunan kelapa sawit yang membosankan. Namun rasa bosan dan jenuh hilang setelah sampai di tujuan dan melihat jemaat yang begitu antusias mengikuti ibadah. Di lokasi ini kami mengikuti ibadah raya dan firman Tuhan dilayani oleh Pdt. Jantje. Kami sangat diberkati dengan suasana dan antusiasme jemaat dalam beribadah.
Hari selanjutnya di tempat yang sama, kami melayani anak-anak sekolah minggu dibantu oleh rekan-rekan mahasiswa Kharisma yang tengah melaksanakan tugas praktek di gereja setempat.
Saya menyampaikan firman Tuhan dengan tema “Pengharapan” agar mereka: berharap kepada Tuhan untuk masa depan mereka, melangkah dengan iman untuk melakukan perubahan di lingkungan mereka walaupun secara kasat mata terlihat perbedaan yang mencolok antara hidup di pedalaman dengan di perkotaan. Biarlah firman Tuhan yang dibagikan dapat menjadi benih iman, bertumbuh menjadi motivasi yang benar bagi kehidupan mereka di masa yang akan datang.
Kami ucapkan terima kasih kepada keluarga Reformasi Halawa atas semua bantuan yang diberikan selama pelayanan kami disana, kiranya Tuhan Yesus memberkati. Terima kasih juga kepada seluruh jemaat GBI Pasirkoja 39 Bandung atas keterlibatannya dalam perjalanan misi kali ini, kiranya Tuhan Yesus memberkati. Amin.
Oleh: Ria Andriani
GBI Pasir Koja 39 Bandung