
Media sosial dan digital (medsos) memainkan peranan yang kian penting dalam penginjilan. Peranan tersebut berbeda dalam tiga tahap yang berkesinambungan: menabur, menuai, dan memuridkan. Setiap saat, ratusan dari jutaan umat manusia secara global berada pada masing-masing tingkatan dalam iman Kristen mereka – mulai dari tahap sama sekali tidak tertarik dengan kekristenan hingga iman yang matang dan bertumbuh.
Menabur
Pada tahap ini (tahap prapenginjilan), orang tidak mencari Yesus secara aktif. Namun, medsos dapat memainkan peran dalam memengaruhi pandangan tentang kekristenan dan menciptakan rasa ingin tahu untuk dapat mendekati orang.
Menuai
Tahap menuai dimulai dari masa ketika seseorang mulai mencari jawaban hingga mengambil keputusan untuk mengikut Kristus. Medsos menyediakan lingkungan yang unik dan aman bagi orang-orang untuk bergumul dan bertanya.
Memuridkan
Medsos dapat membantu orang terhubung dengan gereja setempat, menyediakan sumber dan relasi untuk memperdalam iman, serta menyediakan dorongan dan alat-alat untuk membagikan Kristus dengan orang lain. Tahap ini menjadi ujung siklus yang berputar kembali ke menabur.
Aspek kunci medsos dalam pekerjaan penginjilan:
- Autentisitas
Kita harus menjadi orang Kristen di dunia maya, seperti juga di dunia nyata supaya teman-teman kita tahu kalau kita orang Kristen, bahkan di Facebook.
- Kerentanan dan Kesadaran akan Anonimitas
Peristiwa psikologis terjadi ketika seseorang mencari jawaban dari pertanyaan yang sukar menggunakan medsos.
- Kemudahan Pencarian
Google telah mengubah kehidupan kita secara mendasar. Mungkin, dahulu Google berawal sebagai cara mudah mencari informasi. Akan tetapi, ketika pencarian mulai menjadi bentuk pertanyaan-pertanyaan eksistensial — misalnya “Siapakah Yesus?” -Anda dapat melihat bahwa “googling” kini sudah memiliki makna peranan baru. Dengan menciptakan konten yang baik dan menggunakan teknik search engine optimization (SEO), Anda dapat menaruh Kabar Baik begitu dekat dengan pencarian global.
- Penginjilan Tidak Langsung
Khususnya pada tahap menabur, sangat penting untuk diingat bahwa konten Anda tidak perlu secara eksplisit bernuansa penginjilan. Contoh penginjilan tidak langsung ialah sebagi orang kristen kita tidak menginjili secara terbuka, tetapi pada kesempatan-kesempatan tertentu mengunggah konten kristiani.
- Berbagai Platform
Pada tahap menuai dan memuridkan, berbagai platform (web, chat rooms, pesan singkat, video, kurikulum, lokasi, dan masih banyak lagi) menyediakan berbagai sarana bagi kita untuk menjangkau orang dengan jumlah besar.
- Pendekatan Open Source
Terlalu banyak bidang pelayanan menggunakan teknologi dan berbagai sarana dengan pola pikir yang egois. Mereka melihat ke dalam untuk membangun peralatan dan teknologi yang memadai tanpa mempertimbangkan apa yang ada di marketplace. Mereka tidak berbagi dengan pelayanan lainnya untuk bekerja sama dan menggunakan teknologi yang sudah ada untuk mencapai tujuan.
- Memanfaatkan Berita Dunia/Momen Budaya/Meme
Kita hidup di dunia tempat berita terhangat menarik perhatian dalam skala besar. Ketimbang berusaha merebut perhatian publik kepada kita, semestinya kita mempertimbangkan untuk memanfaatkan peristiwa-peristiwa dunia dan momen kultural yang ada untuk memberitakan Injil, khususnya pada tahap menabur dan menuai.
- Konten
Hari ini, konten yang berkualitas adalah raja – hal itu menjadi pokok kesuksesan Anda dalam menjangkau dan memengaruhi orang pada media digital dan sosial. Kekristenan adalah kisah terbesar yang pernah diceritakan. Alkitab memberi kita konten tentang setiap isu terkait dengan kondisi manusia. Sebagai orang Kristen yang bijak dan kreatif, kita perlu berkomitmen untuk menciptakan dan membagikan konten penginjilan untuk ketiga tahap tadi: menabur, menuai, dan memuridkan.
| Judul asli artikel | : | Media’’s Role in the Gospel and Evangelism |
| Penulis artikel | : | Dave Raley |
GBI Pasir Koja 39 Bandung