
Dalam Injil Matius Pasal 2 diceritakan bahwa Yusuf mendapatkan informasi dari Allah melalui malaikat-Nya, bahwa ada bahaya yang mengancam bayi Yesus, Yusuf tidak mengetahui bahaya apa yang mengintai bayi itu dan bagaimana cara menghindarinya, namun karena Yusuf, Yesus mengalami penyelamatan dari Allah. Melalui kisah ini, kita dapat belajar bahwa Allah tahu semua rencana dan maksud keji musuh-musuh gereja-Nya, serta Allah juga tahu bagaimana caranya menyelamatkan umat-Nya dari bahaya.
Lebih lanjut, diceritakan bahwa Yusuf diberitahu tentang bagaimana cara yang harus dilakukannya untuk menghindari bahaya tersebut, yaitu lari dan membawa Bayi itu ke Mesir. Mesir merupakan gambaran dari tempat yang buruk karena terkenal dengan penyembahan berhala, kekejaman, dan permusuhannya terhadap umat Allah. Bahkan tempat ini pernah menjadi tempat perbudakan bangsa Israel, dan juga merupakan tempat yang sangat kejam bagi bayi-bayi orang Israel. Namun, tempat itulah yang ditetapkan Allah sebagai tempat perlindungan bagi Yesus, sang bayi kudus. Melalui kisah ini, kita mendapatkan pelajaran bahwa bila Allah berkenan, maka Ia dapat mempergunakan tempat-tempat yang terburuk sekalipun untuk berbagai tujuan yang terbaik, sebab bumi adalah milik Tuhan, Ia dapat mempergunakannya sesuai keinginan-Nya.
Usaha Herodes untuk membunuh Yesus dan bagaimana cara Allah melindungi bayi Yesus menyatakan cara-cara yang dipakai oleh Allah untuk menuntun dan melindungi umat-Nya, yaitu:
- Bahwa Allah tidak melindungi Yusuf, Maria dan bayi Yesus tanpa kerjasama yang ditunjukkan oleh mereka sendiri yakni melalui ketaatan mereka terhadap perintah Tuhan. Perlindungan yang Allah berikan kepada mereka membutuhkan ketaatan mereka terhadap pimpinan yang Allah nyatakan, dalam hal ini ditunjukkan melalui ketaatan untuk meninggalkan negeri lalu lari ke Mesir sekalipun Mesir merupakan tempat yang buruk untuk mereka mengungsi. Namun, iman mereka menyatakan bahwa mereka lebih memilih percaya kepada penyertaan Tuhan yang sempurna dalam hidup mereka daripada kenyataan yang ada.
- Allah dapat mempergunakan hal-hal yang sulit dipahami oleh kita saat kehendak-Nya terlaksana dalam hidup kita.
Kisah Yusuf ini mengajarkan kepada kita untuk mentaati tuntunan Tuhan langkah demi langkah, karena hal tersebut akan membentuk karakter kita untuk setia kepada-Nya. Dan akibatnya kita akan bertumbuh dalam ketaatan dan menghasilkan buah di kemudian hari. Amin.
Oleh: Yanuar
GBI Pasir Koja 39 Bandung