PENYAKIT ZOONOSIS

Kesehatan
Oleh: Hanna Gunawan, dr.M.Kes., PhD

Penyakit dapat ditularkan melalui berbagai sumber. Salah satu penularan penyakit yang mengalami peningkatan saat ini adalah penyakit Zoonosis. Penyakit Zoonosis merupakan penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia. Seiring dengan peningkatan kepadatan penduduk, maka terjadi peningkatan berbagai penyakit menular terutama penyakit yang ditularkan dari hewan (Zoonosis).

Bagaimana pathogen dapat menyebar dari hewan ke manusia?
1. Kontak langsung. Hal ini terjadi bila manusia terpapar dengan air liur, darah, urine, cairan tubuh lain dari hewan yang sakit. Paparan ini masuk melalui bekas gigitan dan cakaran
2. Kontak tidak langsung: terjadi apabila manusia menyentuh permukaan benda yang telah terkontaminasi dengan bakteri. Contohnya adalah akuarium, kandang, tanaman dan tanah. Dapat berupa juga makanan hewan dan tempat air minum.
3. Hewan sebagai vector penyakit: ditularkan melalui gigitan nyamuk atau serangga
4. Makanan: makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri, daging atau telur mentah, buah-buahan dan sayuran yang terkontaminasi oleh kotoran hewan dapat menyebabkan penyakit pada manusia.

Berbagai penyakit yang dapat ditularkan dari hewan seperti:
1. Leptospirosis
Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang mempengaruhi hewan dan manusia. Pada manusia, leptospirosis dapat menimbulkan gejala yang sangat bervariasi sehingga mungkin terjadi kesalahan pada diagnosis pasien. Bahkan pada beberapa kasus, leptospirosis tidak menimbulkan gejala sama sekali.
Tanpa pengobatan, Leptospirosis dapat memicu kerusakan ginjal, radang selaput otak (meningitis), gagal hati, gangguan pernafasan bahkan kematian.
Pada manusia, Leptospirosis dapat menimbulkan gejala seperti: demam, nyeri kepala, nyeri sendi, mual, muntah, kuning, mata merah, nyeri perut, dan diare.
Masa berkembangnya penyakit berkisar antara 2 hari hingga 4 minggu. Leptospirosis biasanya terbagi dalam 2 fase, fase pertama menimbulkan gejala demam, nyeri badan, nyeri otot, mual muntah dan diare. Setelah gejala pada fase pertama hilang maka beberapa pasien dapat mengalami fase kedua yang menimbulkan gejala lebih serius. Gejala fase kedua meliputi gagal ginjal, gagal hati atau radang selaput otak.
2. Rabies
Penyakit rabies telah dibahas pada artikel Kesehatan sebelumnya
3. Flu: influenza pada hewan berbeda dengan virus influenza yang menyerang manusia. Pada umumnya, influenza pada hewan tidak mudah menyerang manusia, namun terkadang virus influenza pada hewan dapat menyerang manusia. Terdapat beberapa jenis virus hewan yang dapat menyebabkan influenza seperti A (H5N1) atau yang dikenal dengan Avian Influenza. Virus influenza yang lain adalah Swine flu. Penularan terjadi apabila manusia dan hewan tinggal berdekatan.

Bagaimana pencegahan dari penyakit zoonosis?
1. Cegah perpindahan bibit penyakit dari satu sumber ke sumber lainnya dengan cara mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Penggunaan sanitizer dengan 60% juga dapat mengurangi pertumbuhan bakteri.
2. Cegah gigitan serangga seperti nyamuk, kutu dan lalat. Hal ini berlaku untuk manusia dan hewan peliharaannya.
3. Cegahlah gigitan dan cakaran dari hewan peliharaan.
4. Berhati-hatilah dengan hewan yang dipelihara di tempat umum (kebun binatang, peternakan dll). Hewan yang ada di tempat umum, sangat mudah menularkan bibit penyakit.

Check Also

Kesehatan April 26 copy

ASAM LAMBUNG NAIK,TERASA TERBAKAR & NYERI DI DADA : Keluhan Sepele Yang Tidak Boleh Diabaikan

Oleh: Andreas Adiwinata, dr., M.Biomed Banyak orang pernah merasakan sensasi panas di dada setelah makan, …