
Kita diciptakan untuk hidup dalam komunitas, dibentuk dalam persekutuan dan untuk keluarga. Tidak ada orang yang dapat menggenapi tujuan Tuhan secara sendirian.
Dalam keluarga Allah kita terhubung dengan orang percaya lainnya, mengikut Yesus bukan hanya percaya, tetapi menjadi bagian dari tubuh Kristus, kita terhubung dan terikat dengan sesama anggota tubuh Kristus agar dapat berfungsi dan bertumbuh. Itulah sebabnya di minggu pertama kita akan belajar mencapai kemaksimalan dan kekuatan bila kita menjadi bagian dari suatu kesatuan.
Pengkhotbah 4:9-1, berdua lebih baik dari seorang diri. Bila kita jatuh atau lemah ada yang menguatkan dan menghibur. Gereja lokal seharusnya menjadi tempat saling membangun, saling menguatkan, saling mendorong dalam pekerjaan baik, bukan saling melemahkan, menghakimi dan mencari-cari kesalahan. Dalam minggu kedua, kita belajar jangan menjadi kumpulan pencemooh (Mazmur 1:1-3). Ini bisa terjadi karena kurangnya kerendahan hati dan rasa saling menghormati dan mengasihi. Suasana seperti ini akan membuat orang menjauh dari gereja, sebaliknya jika gereja memiliki komunitas yang sehat, yang menyenangkan, yang menyadari kita semua adalah orang-orang yang belum sempurna dan saling memerlukan seperti gereja mula-mula. Dalam Kisah Rasul 2:41-47 maka gereja akan mengalami penuaian jiwa-jiwa, itu adalah pembahasan pada minggu yang ketiga.
Akhirnya pada minggu terakhir, kita akan belajar tentang pemuridan (Matius 10:1-8). Tuhan mau kita menjadi murid, bukan sekedar penggembira (fans) atau pengikut.
Murid bicara tentang perubahan,pertumbuhan kedewasaan. Kita tidak bisa terus menjadi bayi atau anak-anak rohani yang harus terus dilayani, tetapi kita berubah menjadi manusia dewasa yang bisa dipercaya dan menjadi rekan sekerja Tuhan untuk memenangkan jiwa dan membantu mendewasakan mereka yang baru bertobat. Jika gereja memfokuskan diri pada kelompok kecil dan pemuridan, gereja kita akan menjadi gereja yang sehat dan bertumbuh baik secara kualitas dan kuantitas. Pasti !
GBI Pasir Koja 39 Bandung