
Metabolisme Protein dalam tubuh dapat mempengaruhi fungsi ginjal. Protein dalam jumlah tinggi dapat menyebabkan gangguan ginjal dan mengumpulkan zat-zat sisa yang berbahaya bagi tubuh. Sehingga diet dengan protein dalam jumlah tertentu memberikan berbagai keuntungan bagi pasien dengan gangguan ginjal.
Asupan protein tinggi (di atas 1.2 gram per kg berat badan per hari) diketahui dapat menyebabkan gangguan ginjal. Sementara asupan yang tinggi lemak dan karbohidrat dapat mempengaruhi fungsi ginjal
Mengetahui keadaan kesehatan ginjal kita sangat penting. Karena ginjal bekerja keras setiap hari untuk menyaring zat-zat sisa makanan. Kita harus menjaga keseimbangan asupan nutrisi dan mineral di dalam darah kita.
Kita membutuhkan protein setiap hari. Protein digunakan untuk membentuk otot, penyembuhan dan mencegah infeksi. Protein yang dibutuhkan bervariasi berdasarkan usia, jenis kelamin dan kesehatan. Protein berasal dari hewan dan tumbuhan.
Protein yang berasal dari hewan mengandung asam amino esensial. Protein hewani juga mengandung lemak dan berbagai kandungan lemak yang bervariasi. Sementara protein yang berasal dari ikan dan unggas memiliki lemak tersaturasi yang lebih rendah.
Protein nabati mengandung asam amino esensial yang lebih rendah. Protein nabati berasal dari kacang-kacangan. Protein nabati dapat memenuhi kebutuhan protein seperti pada protein hewani. Keuntungan penggunaan protein hewani adalah kandungan lemak yang rendah dan kandungan serat yang tinggi.
Protein dibutuhkan setiap hari, namun bila fungsi ginjal kita terganggu, maka zat sisa pencernaan protein tidak bisa dibuang dari tubuh kita. Protein yang berlebihan dapat terakumulasi di darah dan menimbulkan berbagai gejala seperti mual, muntah, turunnya nafsu makan dan perubahan indra perasa.
Pada pasien gangguan ginjal yang tidak membutuhkan cuci darah, maka jumlah asupan protein perlu dibatasi dengan ketat. Sehingga pada pasien ini, diet dengan protein rendah sangat direkomendasikan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa penggunaan protein nabati sangat berguna bagi pasien tipe ini.
Pasien gagal ginjal yang harus melakukan cuci darah.
Sebaliknya, pada pasien gagal ginjal yang mengalami cuci darah. Asupan protein dalam jumlah tinggi dibutuhkan untuk menjaga tingkat kandungan protein tubuh. Karena proses cuci darah akan membuang protein dari darah, sehingga diet rendah protein tidak lagi diperlukan.
Pentingnya mengetahui jumlah protein untuk anda
Kita perlu mengetahui jumlah asupan protein yang dibutuhkan sesuai dengan ukuran tubuh, status nutrisi dan masalah ginjal yang dihadapi. Konsultasikan kepada dokter Anda mengenai jumlah asupan protein yang dibutuhkan terutama bila Anda menderita gangguan ginjal.
GBI Pasir Koja 39 Bandung