Paskah

IMG_8008Kitab Perjanjian Lama, Paskah menandakan peristiwa Tuhan telah melewati rumah-rumah umat Israel di Mesir, sehingga mereka luput dari kutuk kematian / tulah (Kel. 12:27). Dalam Perjanjian Baru Paskah berarti pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib. Yang melalui Nya membebaskan setiap mereka yang percaya – atas karya Yesus – dari seluruh perbudakan dosa. Paskah juga sebagai tindakan Allah dalam mengasihi manusia dengan mengorbankan anak-Nya yang tunggal yaitu Yesus Kristus sehingga manusia mengalami pendamaian dengan Allah ( 2 Ko 5:18 )

Paskah memiliki makna super spiritual, yakni:

Pertama, Kebangkitan Yesus dari kematian di kayu salib membuktikan bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa atas maut. Allah yang datang berinkarnasi manjadi manusia, karena obyek yang akan diselamatkan adalah manusia. Dia mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia (Fil. 2:7). Karena manusia sangat berharga dan mulia dalam pandangan Allah (Yes. 43:3; 1 Pet. 3:4).

Kedua, Kematian Kristus menebus manusia. Tidak ada arti yang lebih indah dalam peringatan Paskah, kecuali: kita ditebus oleh Darah Kristus. Salib Yesus menjadi berarti karena Yesus sendiri dengan sukarela berada di atasnya dan mati bagi semua orang berdosa. Rasul Petrus mengatakan bahwa kita ditebus “…bukan dengan barang yang fana, … melainkan dengan darah yang mahal yaitu Darah Kristus” (1 Pet. 1:18–19). Salib adalah harga penebusan dosa manusia .Manusia yang telah menjadi milik kuasa Iblis, namun Yesus Kristus melakukan transaksi penebusan lewat salib-Nya di bukit Kalvari (Kol. 1:19-20; Gal. 6:14).

Ketiga, Kuasa salib Kristus (The power of Cross) ini sangat penting bagi kehidupan orang Kristen (Ef. 2:15-16), karena itu hati-hati akan Iblis yang berusaha mengalihkan atau mengaburkan makna tentang salib Kristus. Hidup dalam pewahyuan salib Tuhan akan membuat hidup kita kuat dalam dunia ini. Ketika hidup sungguh-sungguh dalam kuasa salib, maka kiat akan mampu berjalan dengan iman , mampu mengaplikasikan hal-hal yang tidak kelihatan, sehingga menikmati hidup dalam Tuhan merupakan idealisme kekristenan yang mendatangkan berkat Abraham, Ishak dan Yakub.

Keempat, Kuasa Darah Yesus (Ef. 1:7-8) berkuasa untuk menyucikan yakni menyucikan hati nurani kita dari perbuatan yang sia-sia. “…betapa lebihnya Dqarah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup”. ( lbr. 9:13-14 ).

Bagi umat Kristen, Paskah identik dengan Yesus, yang oleh Paulus disebut sebagai “anak domba Paskah”; jemaat Kristen hingga saat ini percaya bahwa Yesus disalibkan, mati dan dikuburkan, dan pada hari yang ketiga bangkit dari antara orang mati. Paskah merayakan hari kebangkitan tersebut dan merupakan perayaan yang terpenting karena memperingati peristiwa yang paling sakral dalam hidup manusia, seperti yang tercatat di dalam keempat Injil di Perjanjian Baru. Perayaan ini juga dinamakan Minggu Paskah, Hari Kebangkitan, atau Minggu Kebangkitan.

Selamat Paskah …… Tuhan Yesus Bangkit dari kematian & mengalahkan maut!

Oleh: Pdt. Dr. A.L. Jantje Haans

Check Also

Pesan Gembala April

PASKAH

Oleh: Pdt. Dr. A. L. Jantje Haans (Gembala Sidang) Rangkaian Paskah yang dikenal dengan Tri …