Palu

Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat. (Matius 24:7, bnd Markus 13:8)

Notifikasi BMKG di telepon selular pada tanggal 28 September 2018 sambung menyambung seolah-olah memanggil dan menyentuh hati nuraniku. Telah terjadi Gempa bumi diikuti oleh Tsunami dan fenomena Likuifaksi di Palu dan sekitarnya. Hari-hari yang menegangkan bagi seluruh rakyat Indonesia. Selang beberapa hari kemudian saya dihubungi oleh beberapa gereja mengajak membentuk team penanganan bencana, saya mengiyakan dan bersegera mencari tiket ke Palu. Tanggal 8 Oktober 2018 saya bergabung dengan Obor Berkat indonesia, bersama dengan beberapa dokter dan perawat dari berbagai denominasi gereja kami melayani berbagai daerah di Palu, Sigi, Donggala dan pesisir barat Donggala. Walaupun baru saling kenal satu dengan yang lain, kami bekerja keras bahu membahu melayani mereka yang tertimpa bencana ini. Pagi-pagi sekali kami harus bangun kemudian pergi dengan team masing-masing dan pulang di kala malam sudah larut, kami lakukan evaluasi kemudian membereskan serta mempersiapkan logistik untuk esok hari, semua selesai lewat tengah malam. Setiap malam selesai evaluasi kami berdoa bagi mereka. Begitu terus kami lakukan dengan sukacita dan tak kenal lelah. Tak ketinggalan juga hampir setiap hari dan malam kami masih diguncang gempa susulan yang cukup menghebohkan kami di basecamp.

Saat masuk ke camp pengungsian, kami merasakan kepedihan, kesulitan dan tekanan berat.  Apalagi saat kami harus berhadapan dengan korban Gempa dan Tsunami langsung, merawat luka-luka mereka, mendengar kisah mereka kehilangan keluarga dan harta benda mereka. Kesedihan bertambah saat kami harus melalui daerah-daerah dimana bau jenazah dan proses pencarian masih berlangsung. Saat bersamaan, saya terkagum-kagum dengan karya Allah yang luar biasa melalui kisah mereka yang selamat, namun mereka meninggikan nama Tuhan, banyak mukjizat saya dengar langsung dari mulut mereka yang mengalami bencana ini. Roh Kudus sedang melakukan penginjilan di Palu. Palu untuk kemuliaan Allah.

Terimakasih Tuhan untuk kesempatan yang Engkau berikan buat melayani umat-Mu dan masyarakat di Palu dan sekitarnya, terimakasih buat istri dan anakku yang mendukung dan mendoakan pelayananku, terimakasih Pdt. Jantje Haans dan Pdt. Simon Irianto yang memberikan restu, terimakasih Pdt. Mark McClendon untuk kesempatan melayani bersama, terimakasih buat semua saudara-saudaraku di GBI Pasirkoja yang senantiasa mendoakan saya (senang setiap hari bisa meng-update berita dan rencana pelayanan ke kalian), terimakasih buat OBI, CBN, ECC, JDS Bandung dll.

Doakan terus OBI yang masih akan ber-basecamp disana selama 2 bulan sampai recovery selesai, doakan Pemerintah Pusat dan provinsi, doakan NGO Indonesia dan asing yang membantu penanganan bencana ini, doakan proses pemulihan dan trauma healing. Tuhan Yesus memberkati.

“Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”Tuhan Yesus memberkati.” – Lukas 10:27

Oleh: Zeffry

 

Check Also

kesaksian

MAMA SHELLA

Kesaksian kali ini datang dari seorang ibu yang akrab dipanggil dengan Mama Shella, karena bagi …