OSTEOPOROSIS DAN PENCEGAHANNYA

kesOsteoporosis atau juga dikenal dengan nama lain pengeroposan tulang, sering dialami oleh wanita yang telah menopause ataupun pria yang berusia di atas 60 tahun. Osteoporosis terjadi karena berkurangnya mineral pada tulang yang mengakibatkan berubahnya struktur tulang sehingga  mudah mengalami patah tulang. Osteoporosis merupakan silent disease atau penyakit yang tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Gejala-gejala yang dapat dirasakan oleh penderita pada tahap lanjut adalah nyeri punggung atau pinggang, berkurangnya tinggi badan dan bongkok. Walaupun patah tulang dapat terjadi pada bagian tubuh manapun, namun patah tulang lebih sering terjadi pada tulang pangkal paha, tulang belakang dan pergelangan tangan.

Olahraga dapat menghambat terjadinya osteoporosis karena olahraga dapat meningkatkan penyimpanan mineral pada tulang. Namun, olahraga seperti apakah yang tepat untuk pencegahan osteoporosis?

Olahraga untuk pencegahan osteoporosis dapat dikategorikan menurut usia.

  1. Anak-anak. Anak-anak disarankan untuk melakukan olahraga selama 60 menit setiap hari
  2. Dewasa harus melakukan olahraga setidaknya 30 menit setiap hari atau 150 menit perminggu. Pada individu yang sehat dan belum terkena osteoporosis, olahraga aerobic seperti jalan, lari, jogging ataupun olahraga yang melibatkan gerakan melompat seperti voli dan basket sangat berguna untuk meningkatkan kandungan mineral pada tulang.
  3. Orang tua yang berusia lebih dari 65 tahun. Tetapi, pada orang yang telah menderita osteoporosis, beberapa tipe olahraga seperti yang disebutkan di atas justru harus dihindari. Karena gerakan seperti lari dan lompat dapat mengakibatkan terjadinya patah tulang. Hindari gerakan yang cepat dan tiba-tiba. Pilihlah olahraga dengan gerakan yang santai dan lambat seperti jalan santai.

Walaupun olahraga bermanfaat bagi penderita osteoporosis, tetapi perlu diingat bahwa olahraga saja tidak cukup untuk terapi osteoporosis. Hal lain yang harus diperhatikan adalah kecukupan kandungan Kalsium dan vitamin D pada makanan, dan menjaga agar berat badan tetap ideal. Dan jangan lupa berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan kombinasi terapi yang sesuai untuk keadaan anda.

Oleh: Hanna, dr.

 

Check Also

Kesehatan April 26 copy

ASAM LAMBUNG NAIK,TERASA TERBAKAR & NYERI DI DADA : Keluhan Sepele Yang Tidak Boleh Diabaikan

Oleh: Andreas Adiwinata, dr., M.Biomed Banyak orang pernah merasakan sensasi panas di dada setelah makan, …