
Karena begitu besar kasih allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal..Yohanes 3:16
Alkisah di sebuah desa kecil di Jerman tinggallah Berta bersama ibunya Greta. Mereka hidup dari ladang warisan ayahnya yang meninggal ketika Berta kecil. Suatu malam yang dingin di akhir November, Berta mendengar ketukan di pintu rumahnya, ketika ia membuka pintu, ia mendapati seorang pengelana yang sangat kotor dan berwajah pucat bersama kudanya yang sama kotornya. Pengelana itu berkata, “Selamat malam. Saya Karl sedang dalam perjalanan pulang tetapi cuaca begitu buruk sehingga kuda saya terpeleset dan seluruh barang perbekalan saya hanyut di sungai. Bisakah saya ikut beristirahat di sini dan meminta sedikit makanan?”
Berta dengan ramah mengijinkan pengelana ini masuk, dengan riang dia berkata, “Silahkan tuan, saya akan minta mama saya memberimu sup jagung buatannya yang sangat lezat dan segelas susu hangat. Berdiamlah dekat perapian sementara aku akan memberi makan kudamu dengan daun dan tongkol jagung sisa panen.” Berta segera memanggil ibunya dan segera keluar membawa kuda sang pengelana. Setelah beres, Berta masuk kembali ke rumah dan melihat sang pengelana baru selesai menikmati sup dan susu buatan ibunya, dengan memakai baju bekas ayahnya. Dengan terharu pengelana itu berkata, “Terima kasih atas keramahan kalian. Saya, Karl berjanji akan membalas semua kebaikan ini.” Greta dan Berta hanya tersenyum dan berkata, ”Sudahlah Tuan, ini hanya semangkuk sup dan segelas susu saja, beristirahatlah, ada selimut bekas suamiku yang sederhana, tetapi cukup hangat, Besok pagi saya akan menyediakan sedikit bekal bagimu agar kau tidak kelaparan di jalan.”
Keesokan harinya Karl pamit untuk melanjutkan perjalanannya. Menjelang Natal Berta yang sedang di ladangnya melihat rombongan kereta berkuda menuju rumahnya. Segera dia berlari memanggil ibunya. Beberapa saat kemudian, rombongan itu memasuki pekarangan rumahnya dan Karl sang pengelana turun dari kereta yang megah itu. ”Greta dan Berta sesuai janjiku, aku akan membalas semua kebaikan kalian, aku membawa 1 kereta penuh gandum terbaik dan 1 kereta berisi mentega, madu, dan pakaian dari wol terbaik. Aku akan mengisi lumbungmu setiap kosong. Karl ternyata adalah Pangeran Karl Von Bavaria pewaris tahta kerajaan yang sedang menyamar menjadi rakyat biasa untuk melihat keadaan sesungguhnya dari rakyatnya.”
Pakailah momen Natal ini untuk berbagi kasih perhatian. Bila Tuhan telah memberi pemberian terbaik, Anak-Nya sendiri bagi kita, tentu kita bisa berbagi dengan orang lain juga. Jangan lupa bagikan kabar baik dan Injil Keselamatan bagi mereka yang terhilang. Selamat Natal
GBI Pasir Koja 39 Bandung