Seperti apakah kehidupan kristiani sesungguhnya dari seorang murid Kristus? Kehidupan kristiani seorang murid sesungguhnya adalah tentang mengenal Allah dan Anak-Nya Tuhan Yesus Kristus dan tentang menghasilkan buah. Dalam Injil Yohanes 15:16, Yesus berkata: “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.” Demikian juga Paulus menyatakan dalam Roma 7:4: “Sebab itu, saudara-saudaraku, kamu juga telah mati bagi hukum Taurat oleh tubuh Kristus, supaya kamu menjadi milik orang lain, yaitu milik Dia, yang telah dibangkitkan dari antara orang mati, agar kita berbuah bagi Allah.”
Jadi apa yang Allah inginkan dalam kehidupan murid-murid-Nya, bukan hanya mereka percaya tetapi wajib berbuah, apakah kehidupan kita berbuah atau tidak adalah hal yang sangat penting bagi Allah. Allah tidak ingin agar kehidupan kita mengalir begitu saja. Allah telah menciptakan masing-masing kita sebagai ciptaan yang khusus, Dia telah memberi ANDA karunia, secara khusus dan Ia mengutus Anda untuk melakukan satu hal: pergi dan menghasilkan buah. Dia telah memberi mereka karunia secara unik dan khusus dan ingin agar mereka menghasilkan banyak buah. Inilah yang Allah inginkan, kembali lagi dalam Yohanes 15:8 “Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak”
dan Yohanes 15:1-2 “Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya ….. setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.”
Kristus bersukacita apabila murid-murid-Nya menghasilkan buah. Perhatikan bagaimana Ia memberikan perawatan khusus dengan cara memangkas dan membersihkan ranting-ranting yang berbuah sehingga mereka lebih banyak lagi berbuah! Allah Bapa tidak menginginkan ranting-ranting anggur sekedar berdaun saja, Dia menginginkan ranting-ranting yang BERBUAH LEBAT, ranting-ranting yang berbuah selebat dan semaksimal mungkin. Hari ini banyak orang Kristen yang senang duduk santai dalam pertemuan-pertemuan, menunggu orang lain untuk “menjadi pelaksana” bagi mereka; menunggu seseorang yang “profesional” karena mereka menganggap diri mereka bukan “professional.” Tetapi, Petrus dan murid-murid yang lain — yang kebanyakan adalah nelayan — pada abad pertama itu, sama sekali bukan para “professional.” Mereka bukan lulusan seminari, juga tidak perlu masuk seminari terlebih dahulu! Satu-satunya gelar yang mereka miliki adalah dalam hal menangkap ikan! Ada pula orang-orang Kristen yang sekalipun sudah percaya, namun tidak tampak adanya perubahan dalam hidup mereka. Tetapi, kehidupan kristiani tanpa perubahan hidup, kehidupan kristiani tanpa berbuah, sama sekali bukan kehidupan seorang kristiani!
Kehidupan kristiani yang sejati selalu seiring dengan kehidupan yang berbuah. Dengan kata lain: kehidupan yang tidak menghasilkan buah sama sekali bukan kehidupan kristiani. Namun, seorang kristiani yang dipenuhi kerinduan untuk memuliakan Tuhan akan menolak bujukan kebanyakan orang untuk “ayo ikuti arus saja, cukuplah datang ke gereja pada hari Minggu, duduk di bangku gereja, menyanyikan puji-pujian dan mendengarkan khotbah, lalu pulang dan melupakan hidup berbuah sampai hari Minggu berikutnya.” Kehidupan kristiani yang berbuah ingin semakin dekat dan semakin dekat lagi dengan Kristus. Mereka ingin memanisfestasikan Kristus sebanyak mungkin dalam hidup mereka. Orang-orang kristiani yang dipenuhi hasrat bagi Tuhan akan memiliki kerinduan yang besar untuk berbuah dan memiliki visi bagi Kristus. Dan inilah yang Allah inginkan, Dia ingin Anda menjadi orang kristiani yang seperti itu. Dia ingin Anda menjadi SEORANG KRISTIANI YANG DIPENUHI HASRAT MENJADI MURID YANG BERBUAH, atau dengan kata lain, seorang kristiani yang dipenuhi semangat bagi Tuhan; seorang kristiani yang berapi-api, bukan suam-suam kuku (Wahyu 3:15). Menjadi ranting yang berbuah lebat, subur dan menghasilkan banyak buah hingga memaksimalkan potensi berbuah sebagai murid Kristus sejati. Seperti inilah kehidupan kristiani sesungguhnya, supaya sebagaimana Yohanes 15:1-8 menyatakan, “menjadi murid yang pembuat murid.”
Oleh: Pdt. A.L. Jantje Haans
GBI Pasir Koja 39 Bandung