
Seorang murid yang sejati akan selalu tetap tinggal dalam firman Tuhan, ketika setiap orang yang percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan juruselamatnya, mereka memberi diri untuk menjadi murid-Nya. Sekarang, disaat mereka mulai memasuki sekolah-Nya, Yesus menentukan suatu aturan yang tetap, yaitu bahwa Dia tidak mengakui siapapun sebagai murid-Nya kecuali mereka yang tetap dalam firman-Nya.
Dalam Yohanes 8:31 ini menyiratkan bahwa terdapat banyak orang yang mengaku sebagai murid Kristus tetapi kenyataannya tidak, hanya di luar dan sekadar nama saja. Setiap orang percaya yang tidak kuat di dalam iman harus sungguh-sungguh berusaha agar iman mereka itu sungguh benar, supaya terbukti benar bahwa mereka benar-benar adalah murid-Nya. Setiap orang percaya yang hendak menjadi murid-murid Kristus harus sungguh-sungguh datang kepada-Nya dengan tekad untuk tetap tinggal di dalam Dia melalui anugerah-Nya. Setiap orang percaya yang menjadi kepunyaan Kristus hanyalah mereka yang bersedia mengikatkan diri kepada-Nya seumur hidup.
Hanya mereka yang tetap dalam firman Kristus yang akan diterima sebagai murid yang sesungguhnya, yang setia kepada firman-Nya dalam segala hal tanpa mendua hati, dan yang tetap tinggal di dalamnya sampai akhir hidupnya tanpa menjadi murtad. Persekutuan kita dengan firman-Nya dan ketaatan kita kepada firman-Nya harus tetap. Jika kita tetap menjadi murid-murid-Nya sampai akhirnya, maka, hal ini membuktikan bahwa diri kita adalah murid-Nya yang sesungguhnya.
Setelah kita membuktikan diri kita melalui persekutuan yang erat dengan firman-Nya dan ketaatan kita kepada firman-Nya, dalam Yohanes 8:32 Tuhan Yesus menyatakan hak istimewa yang dimiliki murid Kristus yang sejati. Kristus memberikan dua janji berharga yang diberikan bagi mereka yang membuktikan diri sebagai murid Kristus yang sesungguhnya, yaitu:
1. “Kamu akan mengetahui kebenaran, kita akan mengetahui semua kebenaran yang diperlukan dan yang bermanfaat untuk kita ketahui, dan akan menjadikan kita lebih teguh lagi dalam percaya kepada-Nya. Kita akan mengetahui kepastian kebenaran itu.”
2. “Kebenaran itu akan memerdekakan kamu”, artinya kebenaran yang diajarkan Kristus berkuasa memerdekakan manusia. Mengenal, menyambut dan mempercayai kebenaran ini benar-benar memerdekakan kita, untuk merdeka dari berbagai prasangka, kesalahan, dan gagasan yang keliru, yang sungguh memperbudak dan menjerat jiwa.
Musuh-musuh Kekristenan mengaku berpikiran bebas, padahal sesungguhnya yang paling bebas berpikir adalah mereka yang dibimbing oleh iman. Orang-orang yang berpikiran bebas sesungguhnya adalah mereka yang pikirannya ditawan dan ditundukkan untuk taat kepada Kristus.
Oleh: Yanuar
GBI Pasir Koja 39 Bandung