Mujizat Tuhan Yang Tidak Terduga

Dahulu kami membuka warung kecil di rumah, dengan usaha kecil ini kebutuhan atau keperluan sehari-hari masih bisa terpenuhi. Pada suatu waktu kami berpikir untuk meningkatkan pendapatan keluarga, dan mengambil langkah untuk membuka kios di pasar Caringin untuk berdagang bawang. Kami merasa senang karena hasil keuntungan yang kami dapat dari berjualan bawang tersebut cukup besar. Namun sangat disayangkan bahwa selama kami mulai usaha bawang tersebut, kami tidak pernah menginjakkan kaki  di gereja, karena disibukkan dengan usaha yang kami kerjakan tersebut. Mungkin suatu teguran dari Tuhan, saat kami mulai menikmati hasil usaha tersebut, Tuhan mengijinkan kami mengalami persoalan yang cukup berat. Kami ditipu oleh rekan bisnis. Modal yang harusnya untuk membelanjakan bawang dibawa kabur, sehinga pada saat itu bisnis kami terpaksa berhenti sementara.

Akhirnya, kami mulai mencari gereja tempat beribadah. Entah mengapa mata kami melihat papan nama gedung GBI Pasirkoja 39 ketika kami melintas di jalan Pasirkoja saat hendak pergi ke Alun-alun Bandung. Selanjutnya, setiap kali kami lewat jalan Pasirkoja, pikiran kami selalu diarahkan untuk mendoakan gereja tersebut menjadi tempat peribadatan kami. Puji Tuhan, akhirnya Tuhan mengutus hamba-Nya (bang Bina Gultom – salah satu siswa STT Kharisma yang melayani di GBI Pasirkoja 39) berkunjung ke rumah kami, menceritakan tentang Tuhan Yesus dan tempat ibadahnya di GBI Pasirkoja 39. Pada saat itu, saya teringat bahwa gereja tersebut adalah gereja yang kami doakan untuk menjadi tempat beribadah kami. Akhirnya kami mengambil keputusan untuk ikut ibadah pada hari Minggu-nya di GBI Pasir Koja 39.

Setelah kami mulai beribadah kepada Tuhan,  kami kembali melanjutkan bisnis kami dengan modal seadanya. Dengan pertolongan Tuhan, usaha yang kami kerjakan mulai berkembang dan membuahkan hasil. Tapi saat usaha kami kembali mulai berkembang, kami mengalami tantangan lagi. Rekan usaha dan bisnis kami yang lain kembali menipu kami, bahkan modal yang ditipunya lebih besar dari pada modal yang ditipu oleh rekan pertama. Kami mulai tidak tahu harus berbuat apa  karena tidak ada lagi modal yang bisa kami kelola.

Tetapi kami memutuskan untuk tetap beribadah di gereja dan ikut Care Cell yang ada  di wilayah Soreang. Dengan firman Tuhan yang dibagikan di gereja dan juga melalui Care Cell yang ada, kami mendapat semangat dan kekuatan yang baru untuk bangkit dari pergumulan kami. Kami memutuskan untuk merendahkan hati di hadapan Tuhan dan mulai berdoa dan berpuasa, supaya Tuhan memberikan pertolongan atas usaha yang kami kerjakan.

Awalnya kami berharap orang yang menipu  mengembalikan uang yang mereka bawa kabur sehingga kami memiliki modal untuk usaha bawang kembali. Namun Tuhan membuka jalan dengan cara lain yang tidak pernah kami bayangkan dan pikirkan. Kami mulai melangkah untuk mencari barang (bawang) ke Brebes dengan modal iman bukan lagi dengan mengandalkan materi. Kami mendapat mujizat dari Tuhan, Ia mengirimkan petani yang bermurah hati bagi kami. Ia bersedia memberikan bawangnya kepada kami tanpa harus terlebih dahulu membayar sepeser pun padahal kami tidak saling mengenal dan tidak ada ikatan apa pun.

Puji Tuhan, perlahan-lahan Tuhan mulai memulihkan dan membuat usaha bawang yang kami kelola di pasar Induk Caringin semakin berkembang. Sungguh mujizat Tuhan luar biasa! Saat ini, kami memiliki komiten untuk tetap setia mencari Tuhan melalui ibadah dan juga Care Cell yang ada di dekat rumah kami di Soreang. Harapan kami bagi jemaat yang di GBI Pasirkoja 39, bergabunglah dalam Care Cell yang terdekat bila perlu membuka Care Cell di rumah saudara, karena melalui Care Cell tersebut kita akan diperlengkapi dalam kebenaran, saling menguatkan, meneguhkan dan saling mendoakan dalam pergumulan yang kita hadapi.

Biarlah segala kemuliaan hanya bagi nama Tuhan Yesus Kristus yang telah menunjukkan pertolongan-Nya yang ajaib. *Amin*

Oleh: Rinto Ginting

Check Also

kesaksian

MAMA SHELLA

Kesaksian kali ini datang dari seorang ibu yang akrab dipanggil dengan Mama Shella, karena bagi …