MITOS/FAKTA tentang COVID 19

Oleh: Hanna, dr., M.Kes

Hampir setahun terakhir ini, kita berperang melawan Covid 19. Bahkan kasus covid 19 cenderung meningkat akhir tahun ini. Berbagai saran dan informasi mengenai covid 19 banyak beredar di dunia maya. Kita perlu berhati-hati dalam menyaring semua informasi yang ada, apakah informasi tersebut benar atau hanya mitos. Berikut beberapa pernyataan yang sering kita lihat dan dengar di dunia maya:

Mitos    :     Vitamin dan mineral menyembuhkan Covid-19

Fakta     :     Sistim imunitas membutuhkan mikronutrien seperti Vit D, Vit C dan Zinc untuk bekerja dengan baik. Namun hingga saat ini belum ada panduan yang baku mengenai dosis mikronutrien yang tepat untuk meningkatkan sistim imun dalam menghadapi COVID-19

Mitos    :     Menggunakan masker saat berolahraga
Masyarakat seharusnya TIDAK menggunakan masker saat berolahraga berat, karena masker dapat mengurangi kemampuan untuk mendapatkan oksigen. Masker juga mudah basah selama kita berolahraga dan menjadi tempat yang baik untuk tumbuhnya mikroorganisme. Namun penting untuk menjaga jarak dengan orang lain selama berolahraga setidaknya 2 meter. Sehingga, hindari berolahraga di tempat ramai.

Mitos    :     Penularan Covid lewat sepatu

Fakta     :     Penularan Covid lewat sepatu sangat kecil. Namun, keluarga yang memiliki anak kecil atau balita, mereka yang senang bermain di lantai, sebaiknya meninggalkan sepatu di luar rumah. Untuk mencegah kontak dengan kotoran yang terbawa oleh sepatu.

Mitos    :     Deteksi dengan termometer

Fakta     :     Termometer berguna untuk mengetahui apakah seseorang berada dalam keadaan demam.
Namun tidak dapat mendeteksi apakah seseorang menderita Covid-19. Banyak penyakit dapat menyebabkan demam. Periksa ke tenaga kesehatan terdekat bila anda memiliki demam dan tinggal sekitar penderita demam berdarah atau malaria.

Mitos    :     Mencegah penularan dengan disinfektan

Fakta     :     Menyemprotkan cairan disinfektan ke permukaan tubuh tidak mencegah anda tertular COVID19 dan akan membahayakan tubuh anda.
Jangan menggunakan spray yang mengandung chlorin ke atas permukaan tubuh anda. Karena cairan kimia berbahaya dan menimbulkan iritasi kepada kulit dan mata. Pemutih dan disinfektan harus digunakan untuk membersihkan permukaan benda saja. Hanya hand sanitizer saja yang aman untuk disemprotkan ke permukaan tubuh.

Mitos    :     Penggunaan lampu UV untuk mendisinfeksi tangan

Fakta     :     Lampu UV TIDAK boleh digunakan untuk membersihkan tangan dan area lain di permukaan tubuh anda. Lampu UV dapat menyebabkan iritasi kulit dan merusak mata. Lebih baik bersihkan tangan dengan sabun dan hand sanitizer.

Mitos    :     Menggunakan masker medis dapat menyebabkan kekurangan oksigen

Fakta     :     Penggunaan masker medis dengan tepat tidak menyebabkan sesak nafas atau kekurangan oksigen. Penggunaan masker secara terus menerus memang tidak nyaman. Namun masker medis tidak menyebabkan sesak nafas atau kekurangan oksigen. Ketika menggunakan masker medis, pastikan pemasangan dengan tepat, menutup mulut dan hidung. Jangan menggunakan kembali masker disposabel, ganti segera setelah basah.

Check Also

Kesehatan April 26 copy

ASAM LAMBUNG NAIK,TERASA TERBAKAR & NYERI DI DADA : Keluhan Sepele Yang Tidak Boleh Diabaikan

Oleh: Andreas Adiwinata, dr., M.Biomed Banyak orang pernah merasakan sensasi panas di dada setelah makan, …