Kami berangkat dari Bandung Sabtu, 04 Agustus 2018 malam untuk penerbangan Minggu pagi pkl.05.45 WIB dari jakarta menuju Ternate.
Kami, Dede Imawan dan Reinhard (bang boy) kemudian bertemu dengan Daud Lolo di Ternate, sementara Hesty dari Kanaan – Bitung lebih dahulu ke Lata-lata untuk mempersiapkan pelayanan kami disana.
Misi kali ini memang di fokuskan ke Lata-lata, dan puji Tuhan sekarang ada penerbangan dari Lata-lata ke Labuha (waktu tempuh sekitar 35 menit) kemudian dilanjutkan dengan speedboat sekitar 2 jam. Sangat mempersingkat waktu dibanding dengan kapal laut yang membutuhkan waktu 13 jam bahkan sampai 15 jam kalau angin kencang dan laut sangat berombak .
Senin 06 Agustus kami tiba di Labuha pk.17.30 kami dijemput oleh Bpk. Victor Patiasena putra dari Pdt. Jusuf Patiasena yang menjadi korban mutilasi kerusuhan di Lata-lata. Bukan sebuah kebetulan kami bisa bertemu di Labuha melalui Nico Kurama, sahabat bang Boy seorang anak Tuhan yang menjadi anggota DPRD. Beliau yang memfasilitasi pertemuan kami di Labuha. Dalam pertemuan malam itu, disampaikan kerinduannya agar anak-anak Tuhan di Labuha dan di tempat tingggalnya, desa Obi bisa mendapat pengajaran tentang kekristenan yang baik dan benar, dikatakan juga kalau sekarang telah terbentuk persekutuan Oikumene sehingga memungkinkan untuk membuat acara seminar atau retreat bagi mereka (Ladang misi baru untuk GBI Pasirkoja).
Selasa pagi, dengan speedboat kami menyeberang dari Labuha ke Lata-lata. Siang hingga sore kami mengunjungi rumah-rumah beberapa jemaat setempat diantaranya keluarga Billy dan Ringgo ( mahasiswa STT Kharisma yang dibeasiswai oleh GBI Pasirkoja). Malam hari diadakan ibadah, puji Tuhan ibadah dihadiri cukup banyak, bahkan banyak kaum bapak yang sengaja turun gunung untuk mengikuti ibadah. Selesai ibadah, saya menyempatkan berbincang-bincang dengan gembala setempat yakni Pdt. Set dan beberapa majelis gereja mengenai pelayanan disana. Mereka sangat merindukan, membutuhkan pengajaran dan pembekalan rohani.
Rabu pagi, kami mengadakan pembekalan dengan beberapa majelis dan pelayan ibadah. Kami menekankan kepada mereka bahwa melayani Tuhan harus sepenuh hati, tulus dan memberi yang terbaik sebagai ucapan syukur karena Tuhan baik. Apa yang kita berikan kepada Tuhan tidak pernah sia-sia, Dia pasti membalas dengan berkat dan anugerah-Nya yang bahkan tidak kita pikirkan.
Selesai itu kami kembali ke Labuha menggunakan perahu katingting hingga ke desa Boko untuk berganti speedboat. Dan sekitar pkl. 13 00 kami tiba di Labuha. Keesokan pagi pkl. 07.00 kami terbang menuju Ternate dan dilanjutkan penerbangan ke Bandung .
Puji Tuhan semua perjalanan di pelayanan misi Lata lata berlangsung dengan aman dan lancar, ladang-ladang baru Tuhan buka bagi tim Misi GBI Pasirkoja. Mari kita responi dengan baik dan bijak demi kemuliaan nama Tuhan.
Oleh: Dede Imawan
GBI Pasir Koja 39 Bandung