Misi Pertama Saya di Bitung

Shallom, mengucap syukur atas anugerah dan penyertaan Tuhan dalam Misi Bitung 25 April – 01 Mei 2017. Ini merupakan perjalanan misi saya yang pertama. Makalisung (Kapet Kanaan) secara geografis terletak jauh dari pusat kota Bitung, listrik yang terkadang padam, dan airpun susah dijangkau sehingga harus menyediakan air sendiri yang diambil dari sumber mata air terdekat. Ketika kami disana, kami disambut dengan upacara adat yang menurut info sebenarnya itu adalah tarian adat untuk penyambutan para raja.

Saya ditempatkan di satu keluarga yang belum pernah saya jumpai sebelumnya, belum saling kenal, tetapi keluarga ini menyambut dengan sukacita. Ketika sarapan pagi, saya bertanya mengenai kehidupan keluarga ini, ternyata keluarga ini berasal dari daerah Lata-lata (Ternate) dan kepindahan mereka ke Makalisung karena kerusuhan di Ambon. Bukanlah hal yang mudah untuk melupakan kejadian yang membuat kehidupan mereka berbeda dibandingkan hidup pada normalnya. Luka batin yang begitu lama melekat sulit untuk dihapuskan dengan kondisi yang biasa-biasa saja. Masih teringat dengan jelas bagaimana kerusuhan di Ambon, dimana anak-anak Tuhan diijinkan mengalami cobaan dan penyiksaan yang begitu dahsyat, mereka harus memperjuangkan dan mempertaruhkan iman yang mereka miliki untuk mempertahankan hidup.

Ketika saya merenungkan hal ini  Tuhan seakan menggambarkan kejadian di Alkitab yaitu di Keluaran 3:8 “Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu madunya ke tempat orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus”. Atau ketika Tuhan menuntun Musa untuk membawa bangsa Israel keluar dari perbudakan bangsa Mesir menuju tanah perjanjian. Dalam hal ini, bukan karena kekuatan manusia mereka mampu keluar dan selamat dari kerusuhan tersebut namun semua itu oleh karena kasih-Nya dan tangan Tuhan sendiri yang selalu menyertai umat-Nya. Tuhan tidak tinggal diam namun Tuhan selalu turut campur tangan di dalam segala perkara. Terbukti, mereka yang selamat dari kerusuhan Ambon itu mendapatkan tempat yang aman di Makalisung (Kapet Kanaan) itulah awal mula kisah kehidupan orang-orang yang berada disana.

Saya diberi kesempatan untuk melayani generasi muda di Makalisung,  yaitu acara Retreat hari Sabtu tanggal 29 April 2017 dengan tema “GENERASI MUDA YANG MAKSIMAL di DALAM PANGGILAN-NYA”. Firman Tuhan diambil dari Yeremia 29:11 “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah Firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan”. Saya percaya, bukan suatu kebetulan anak-anak muda ditempatkan di suatu tempat atau daerah, Tuhan Yesus punya rencana di setiap pribadi anak-anak muda, Mereka memiliki latar belakang yang begitu kelam tetapi itu semua bukanlah suatu penghalang atau hambatan untuk dapat memenuhi panggilan-Nya ketika hati yang mulai dingin dan jauh dari Tuhan, menyebabkan hidup mereka seperti biasa-biasa saja. Diibaratkan sawah yang sudah ditanami padi tetapi tidak dialiri oleh air, akibatnya sawah tersebut tidak menghasilkan padi yang maksimal oleh karena kekurangan air.

Itulah gambaran yang kami dapatkan, suatu tantangan yang berat untuk mengembalikan karakter Kristus dalam kehidupan mereka, tetapi kami mengucap syukur kepada Tuhan setelah setiap acara selesai  kami melihat ada dampak dalam hidup anak-anak muda. Mereka datang dengan hati yang hampa namun mereka pulang membawa harapan yang baru di dalam Tuhan Yesus Kristus. Itu semua bukan karena kami yang hebat namun semua karena lawatan kasih dan kuasa Roh Kudus, segala kekuatiran dan putus asa lenyap oleh karena kasih dan kuasa-Nya berkarya di dalam hidup mereka masing-masing.

Demikian kesaksian dari perjalanan misi Makalisung, kiranya dapat menjadi berkat untuk kita semua.  Amin. Tuhan Yesus Memberkati.

Oleh: Yusak Hardyanto

Check Also

Artikel Ibadah awal tahun 2026 copy

IBADAH AWAL TAHUN 1 Januari 2026

Oleh: Dedy Gunawan (Koordinator Komisi Kompas) Puji syukur kepada Tuhan Yesus,  Kamis, 01 Januari 2026, …