Ini merupakan perjalanan misi saya yang pertama, perjalanan yang melelahkan tetapi juga menyenangkan karena ada cerita dan sukacita di dalam setiap perjalanan yang kami jalani. Kondisi jalan yang rusak berat dari Ruteng menuju dusun Muwur tidak membuat kami berkecil hati dan menyerah, menyusuri hutan, lembah, pegunungan serta pesawahan milik warga sungguh memanjakan mata. Kami disuguhkan pemandangan alam yang indah. Truk TNI mengantar kami selama kurang lebih 3 jam menyusuri setiap jalanan yang sempit dan berlubang , membuat kami sesekali harus berdiri dan menahan tubuh kami agar tidak terbentur.
Setibanya di dusun Muwur , kami mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat serta anak-anak sekolah yang kebetulan baru pulang sekolah, mereka sungguh antusias dan tertarik dengan kedatangan kami. Sepertinya jarang sekali ada orang atau tamu yang berkunjung ke dusun mereka.
Kami mengadakan pertemuan khusus dengan Kepala Desa, Ketua Adat, Kepala Sekolah, guru-guru serta beberapa penduduk dari sekitar desa Muwur. Inilah yang menjadi target utama kami dalam misi kali ini, yakni untuk berkomunikasi dan menyampaikan maksud dan tujuan datang ke dusun Muwur adalah untuk berbagi kasih dan membantu masyarakat sesuai dengan yang diajarkan oleh Tuhan Yesus Kristus. Berbagi kasih dan memberitakan kabar baik serta keselamatan, Puji Tuhan maksud dan tujuan yang kami bicarakan pada pertemuan siang itu bisa diterima dengan baik, mereka bahkan menunggu kami untuk kunjungan berikutnya dan mengharapkan bisa terus berkelanjutan.
Kami melanjutkan dengan ibadah sore hari yang dilaksanakan tepat pukul 18.00 sore, kami terkejut karena anak-anak dusun Muwur sungguh antusias mengikuti ibadah, mereka bersemangat menyanyikan pujian serta mendengarkan firman Tuhan, bahkan ketika saya bertanya pada salah seorang bapak yang hadir beliau mengatakan kalau mereka datang dari desa tetangga yang jaraknya 1,5 jam perjalanan dengan berjalan kaki, sungguh luar biasa semangat mereka untuk berkumpul dan beribadah, walaupun dengan keadaan gelap gulita karena belum adanya aliran listrik ke desa mereka, mereka tetap mau datang untuk beribadah. Selesai ibadah kami lanjutkan dengan pemutaran film rohani, tampak orang tua dan anak-anak berbondong-bondong datang untuk bersama-sama menyaksikan pemutaran film, yang selesai pukul 23.30 malam.
Puji Tuhan pada pagi harinya sekitar pukul 09.00 kami boleh mendapat kesempatan dan ijin dari kepala sekolah setempat untuk dapat berbagi kasih dan menyampaikan cara hidup sehat kepada anak-anak sekolah SD di dusun Muwur, kurang lebih ada sekitar 270 murid sekolah dasar (kelas 1 sampai kelas 6), rata-rata mereka tidak mengerti bagaimana cara mencuci tangan, menyikat gigi dan cara hidup sehat. Bersyukur kami bisa berbagi kasih dan dengan gembira anak-anak menerima perlengkapan kebersihan dan kesehatan yang kami bawa dari Bandung.
Sebelum kami berangkat menuju kota Ruteng, pukul 11.00 kami mengadakan fellowship yang dihadiri oleh masyarakat setempat dan anak-anak sekolah sekitar 80-an, sungguh luar biasa pekerjaan Tuhan, mereka sungguh antusias datang hadir dalam pertemuan siang itu, menurut tuan rumah setempat, sekarang anak-anak sudah mendapat ijin orangtua mereka untuk datang ke tempat dimana kami mengadakan pertemuan, puji Tuhan kesempatan ini kami gunakan untuk menyanyikan beberapa pujian kepada Tuhan dan mendoakan mereka dengan menumpangkan tangan dan memberkati mereka di dalam nama Tuhan Yesus, terima kasih Tuhan sungguh hari yang luar biasa yang kami rasakan selama berada di dusun Muwur, penyertaan dan perlindungan Tuhan sungguh kami rasakan.
Siang hari kami dijemput untuk pulang meninggalkan dusun Muwur menuju kota Ruteng. Di Ruteng kami dijadwalkan untuk melayani KKR dan bertepatan dengan ulang tahun GBI Ruteng, 6 tahun sudah perjalanan GBI Ruteng melayani jemaat di Ruteng, saya melihat ada pemeliharaan dan penyertaan Tuhan yang luar biasa dalam perjalanan pelayanan gereja di Ruteng, Tuhan memelihara gembala dan jemaat disana dengan luar biasa, komunikasi dan fellowship disana begitu terasa hangat walaupun udara di Ruteng sangat terasa dingin menusuk tulang, kami merasakan sambutan yang luar biasa dari gembala sidang dan keluarga serta jemaat GBI Ruteng.
Terima kasih kepada Team misi Muwur (Bpk.Eddy Kurniawan, Bpk.Paulus Dewanto dan Sdri,Peni ) yang sudah memberi pengalaman yang luar biasa yang tidak akan pernah terlupakan, juga kepada Gembala senior, Gembala ibadah, sekretariat dan staf pengerja serta seluruh jemaat GBI Pasirkoja . Tuhan Yesus memberkati.Sampai jumpa kembali dengan misi berikutnya..Amin (Yossy Francsiskus).
Perjalanan Misi Muwur kali ini, sangat istimewa karena team yang berangkat hanya 4 orang (3 orang dari Bandung yaitu Pdp. Eddy Kurniawan, Bpk. Yossy Francsiskus, sdri. Peni dan 1 orang dari Jakarta yaitu Bpk. Paulus Dewanto). Tujuan dari keberangkatan kali ini untuk menyamakan misi dan visi bersama para tetua adat, aparatur desa dan kepala sekolah serta guru sekolah dasar untuk mengembangkan dusun Muwur menjadi dusun yang mandiri dan menjadi berkat bagi dusun sekitarnya.
Banyak hal yang terjadi sebelum keberangkatan kami ke dusun Muwur, baik itu yang sifatnya mendorong ataupun beberapa hal yang menghalang-halangi kami pergi, seperti kesibukan dalam pekerjaan. Tapi satu hal yang tetap kami percaya adalah bahwa penyertaan Tuhan senantiasa ada dan sempurna.
Melihat antusias masyarakat dusun Muwur akan kedatangan team misi yang merupakan gabungan dari GBI Pasirkoja 39 Bandung dan GBI Ruteng, menghilangkan rasa kelelahan selama 3 jam dalam truk tentara dan pertemuan dengan para tetua dan lainnya, berjalan sesuai dengan yang kami harapkan. Mereka dapat menerima kedatangan kami dan kegiatan yang akan kami lakukan untuk dusun Muwur. Baik di bidang kesehatan, pendidikan (penyediaan guru bantu, perpustakaan, alat-alat olahraga), pertanian dan pertumbuhan iman percaya mereka kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat mereka.
Sore hari yang seharusnya ibadah umum ternyata yang antusias hadir adalah anak-anak dusun Muwur sehingga ko Paul yang membawakan firman dari ibadah umum menjadi sekolah minggu sungguh luar biasa, walau sedikit bingung karena yang dilayani adalah anak-anak, akan tetapi Allah yang memakai ko Paul dengan luar biasa untuk mendoakan anak-anak dan salah seorang anak yg bernama Febri yang dulu pernah kami doakan karena tidak lancar berjalan sekarang sudah bisa berjalan dan sekolah.
Semakin malam, kondisi gelap dan udara semakin dingin, namun tidak membuat masyarakat dusun untuk surut. Mereka mau datang dan bertahan dalam pemutaran film tentang pengampunan dan film kisah Nabi Musa yang berakhir sampai jam 11 malam. Masyarakat yang menonton film bukan hanya masyarakat sekitar tetapi banyak yang harus berjalan kaki dan hanya ditemani sebuah senter untuk berjalan sekitar 1 – 2 jam.
Keesokan harinya di pagi hari kami datang ke sekokah dasar untuk penyuluhan pentingnya hidup sehat dengan membagikan sabun untuk cuci tangan dan kesehatan gigi dengan praktek bersama-sama cara menggosok gigi, ternyata banyak diantara anak-anak ini yang tidak dan belum pernah sikat gigi.
Dalam bidang pertanian, dusun Muwur yang berada di dataran tinggi mempunyai potensi alam yang cukup baik. Masyarakat di desa ini pada umumnya petani kemiri, kopi yang turun menurun dan ada juga coklat dan vanili. Tuhan memberikan kasih kemurahan-Nya kepada masyarakat ini dengan memberikan tanah yang subur walaupun banyak mengandung bebatuan granit yang sangat besar dan tanaman yang sudah menahun tumbuh ala kadarnya. Kehidupan masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan dan jauhnya fasilitas membuat kehidupan mereka semakin sulit. Pengetahuan akan pertanian yang minim dan kemiskinan membuat mereka tidak sanggup untuk membeli sarana pertanian sehingga tidak dapat mengembangkan perekonomian mereka. Oleh karenanya, pelatihan dalam bercocok tanam sangat dibutuhkan oleh masyarakat sekitar.
Saat ini, ladang misi di dusun Muwur sangat terbuka lebar, tidak ada lagi kecurigaan, tidak ada lagi intimidasi, kiranya ini membuat kita semakin antusias dan semakin giat dalam proyeknya Tuhan untuk memenangkan banyak jiwa.
Biarlah pelayanan misi ini menjadi berkat bagi masyarakat dusun Muwur dan hanya nama Tuhan saja yang ditinggikan dan dimuliakan. Haleluya
Tak lupa kami mengucapkan terima kasih untuk setiap dukungan dana dan doa, untuk para Gembala, dan jemaat GBI Pasirkoja 39, Tuhan yang pasti membalas semua kebaikan saudara sekalian. Amin (Eddy Kurniawan).
GBI Pasir Koja 39 Bandung