MISI MUWUR 17- 20 OKT. 2022

Misi Muwur
Oleh : Pdp. Eddy Kurniawan

Keberangkatan ke Muwur telah kami persiapkan sejak jauh-jauh hari. Menjelang keberangkatan pun kami intens berdoa bersama, bahkan malam sebelum kami berangkat, bersama seluruh jemaat yang hadir dalam acara Revive Yourself di hari terakhir, kami kembali berdoa untuk Muwur meminta pertolongan Tuhan agar seluruh rencana kegiatan misi berjalan baik.

Perjalanan kami mulai pada dini hari, pesawat yang kami tumpangi sampai dengan selamat di Labuan Bajo tepat sesuai waktu yang direncanakan, namun saat kami mau mengambil bagasi, ternyata ada satu tas yang hilang, lalu kami menghubungi bagian klaim bagasi untuk meminta kejelasan, setelah dicek ternyata tas itu masih ada di bandara Cengkareng karena dicurigai membawa obat-obatan terlarang. Jelas kami kecewa dan protes, lalu disepakati bahwa tas akan dikirimkan dalam penerbangan berikutnya yang akan tiba sekitar pukul 14.00, dengan kata lain ada perubahan jadwal rencana misi yang telah disusun sebelumnya. Tidak hanya untuk tas tersebut, tetapi juga ternyata pesawat ada kendala sehingga penerbangan diundur sampai ke pkl. 18.00.

Keadaan ini jauh di luar keinginan kami, jelas kami kecewa, khususnya saya yang sangat jengkel dan protes, “Mengapa terjadi hal demikian?” Apalagi kondisi kami saat itu belum tidur semalaman karena perjalanan dari Bandung dilakukan malam hari. Kami pun memutuskan untuk menginap semalam di Labuan Bajo dan akan melanjutkan perjalanan esok pagi. Kami pun berkoordinasi dengan Tim Ruteng, bahwa kedatangan kami diundur besok, dan Tim Ruteng dapat lebih dahulu berangkat menuju Dusun Muwur.

Besoknya kami melakukan perjalanan ke Muwur dan setibanya di sana, baru kami mengerti bahwa ada rencana Tuhan bagi kami. Pak David Supendi bercerita, bahwa waktu ia ke Muwur, sempat terjebak macet karena ada mobil yang mogok. Ini berarti, jika waktu itu kami melanjutkan perjalanan ke Muwur sesuai jadwal, bisa dipastikan bahwa kami akan menginap di perjalanan (hutan) karena jalan yang sempit dan tidak memungkinkan untuk dilewati 2 mobil.

Di Muwur kami melakukan pelayanan yaitu Peletakan Batu Pertama untuk rencana pendirian bangunan sebagai Pos PI dan PAUD. Rencana Tuhan ternyata tidak berhenti hanya sebatas kejadian di Muwur, ternyata waktu kami klaim bagasi kami dilayani oleh seorang nona yang berasal dari Kupang bernama Merlin. Ia belum bergereja selama di Labuan, dan kami pun membuat janji untuk mengadakan ibadah di Labuan. Pada hari yang telah ditentukan, ia datang bersama temannya dan ikut ibadah bersama kami di GBI Labuan. Ternyata Merlin mempunyai satu masalah kehidupan dan akhirnya mengalami jamahan Tuhan sewaktu ibadah.

Saya semakin menyadari, bahwa Ada Rencana Tuhan yang lebih baik daripada apa yang kita rencanakan, karena sesuai firman Tuhan yang mengatakan, bahwa rancangan Tuhan adalah rancangan yang mendatangkan damai sejahtera dan pastinya lebih indah. Terpujilah Tuhan!

Check Also

Kesaksian Jawa Tengah

KESAKSIAN JAWA TENGAH

Oleh: Indri Haans Agnecia: Arti melayani yang Sesungguhnya untuk saya pribadi adalah Kasih yang nyata, …