
“Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.”
Firman “Tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga” (Luk. 5:5). Iman Petrus membawa dampak yang besar bagi pengalaman selanjutnya. Kini matanya terbuka bukan hanya dalam pengertian bahwa ia menangkap sejumlah besar ikan yang memenuhi perahunya, tetapi lebih dari itu, kini ia melihat kemuliaan Tuhan bekerja atas dirinya dan mengenal Yesus sebagai Tuhan itu sendiri. “Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa,” kata Petrus kepada Yesus. Ia merasa tidak pantas karena telah ragu. Namun, Yesus berkata kepada Petrus, “Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia.” (Luk. 5:1-11).
Kisah di atas mengajak kita untuk menyerahkan segala sesuatu yang terjadi di dalam hidup kita berdasarkan kehendak Tuhan. Dalam Amanat Agung, Yesus memerintahkan, “Pergilah, jadikanlah segala bangsa murid-Ku.” Semangat lnjil adalah pergi, pergi! Tetapi, dalam Kisah Para Rasul, Yesus memerintahkan mereka untuk menunggu di Yerusalem, sampai Roh Kudus turun. Inilah yang disebut paradoks (seolah-olah bertentangan, tetapi tidak). Roh Kudus membidani dan melahirkan kegerakkan Injil, Kraemer dalam bukunya tentang Injil menyatakan, propaganda Injil dapat efektif apabila memaksimalkan gerakan kaum awam (jemaat umum) untuk bersaksi tentang Injil. Itu sebabnya mengapa penginjilan tidak dapat terlaksana secara maksimal andai gereja meminimalkan kemampuan Roh Kudus (Kisah. 4:29-31).
Perhatikan dengan teliti perkataan Petrus, “Kami (rasul-rasul) adalah saksi dari segala sesuatu itu (yaitu kematian dan kebangkitan Kristus, dua hal yang paling penting, yang merupakan inti dan fondasi dari Injil Yesus Kristus, yang menjadi pengharapan satu-satunya bagi manusia yang berdosa untuk kembali kepada Tuhan), kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang menaati Dia” (Kis. 5:32).
Ada istilah Missio Christi, yang berarti Kristus melakukan Penginjilan, sebab itulah salah satu tujuan utama Yesus Kristus datang ke dunia yakni memberitakan Injil (Mark. 1:35-39). Itulah mengapa Yesus mengutus murid-murid-Nya, dan mengutus gereja, dengan jemaat yang dipenuhi semangat memberitakan Injil. Puji Tuhan! Barangsiapa betul-betul setia dan taat kepada Injil serta meninggikan Kristus dengan motivasi yang murni, pastilah Roh Kudus akan memberikan pertolongan-Nya (Kisah. 1:8).
Cahaya Kristus yang menghalau kegelapan hati dan budi, menjadi sangat kongkrit kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya (2 Kor. 4:1-6). Pertobatan total menjadikan seseorang Hidup Baru dalam Roh Sang cahaya kehidupan. Karena itu, hanya Roh Kudus yang mampu membuka selubung, cahaya Kristus menghalau awan gelap, mematahkan roh-roh yang membutakan mata hati manusia, yang telah dibutakan oleh ilah zaman ini. Rasul Paulus menyatakan dalam 1 Korintus 9:16, “memberitakan Injil adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.” Mari jemaat kita sambut dengan antusias bulan Oktober, sebagai bulan memaksimal- kan pemberitaan Injil, memenangkan jiwa bagi Kristus dan Roh Kudus memberkati kita!
Oleh: Pdt. Dr. A. L. Jantje Haans
GBI Pasir Koja 39 Bandung