
Tim Misi : Pdt. Simon Irianto, Pdm. Dede Imawan, Bpk. Sri Pudjo Laksono
Kali ini, GBI Pasirkoja melakukan perjalanan misi ke Aceh. Pesawat baru saja mendarat di Kualanamu, namun kami sudah dijemput Bpk. Juminhu dan Bpk. M. Rizal untuk langsung berangkat ke Kutacane – Aceh Tenggara, 9 jam kami tempuh untuk tiba di Kutacane sebagai tempat pertama pelayanan kami di GPDI Bukit Meriah dengan gembalanya Pdt. Rusman Tambunan.
Selasa , 19 Maret 2019 kegiatan kami dimulai dengan mengunjungi dan mendoakan sekolah TK Shalom yang dikelola oleh ibu gembala. Dilanjutkan dengan pertemuan bersama para hamba Tuhan di Kutacane dari berbagai denominasi, berbagai macam kesaksian, pengalaman pelayanan, dan mengalami mukjizat dalam pelayanan. Tanpa memandang denominasi mereka bergandengan tangan saling mendukung dalam melayani pekerjaan Tuhan. Kegiatan hari ini diakhiri dengan KKR di lapangan (45 menit perjalanan dengan mobil dari Kutacane) yang telah ditutup tenda terpal dan dilengkapi sound system ala dangdutan. KKR dilaksanakan pk.20.00 dan sebelumnya kami dijamu makan malam oleh salah satu jemaat yang tinggal di dekat tempat ibadah. Jemaat terlihat antusias dan semangat memuji Tuhan. Bapak Pdt. Simon menyampaikan firman Tuhan dengan tema “ Yesus Jawaban “ dan diakhiri dengan altar call. Mayoritas ibu ibu yang maju untuk di doakan dan ternyata di daerah tersebut banyak kasus keguguran bayi. Malam itu kami sepakat berdoa mematahkan kutuk kematian bayi, keguguran , kemiskinan dan berganti dengan berkat dan kesejahteraan bagi seluruh jemaat dan masyarakat di desa Bukit Meriah.
Rabu pagi , 20 Maret 2019 kami melanjutkan perjalananan ke Medan, di tengah perjalanan Bpk. Juminhu telah mengatur kunjungan ke Bpk. Saidi di Kab. Bener Meriah (mantan kepala desa dan juga anggota GAM yang telah bertobat). Kemudian di Kab. Bireun kami menemui yaitu Bpk. Bachtiar (seorang mantan komandan GAM). Saat kami tiba, istrinya sedang mengalami sakit dan sudah siap untuk dibawa ke rumah sakit, kamipun menuju rumah sakit untuk mendoakannya.
Lohksemawe sudah menanti kami untuk menemui beberapa hamba Tuhan, diantaranya Bpk. Santris Simon seorang pendoa syafaat yang merindukan membangun menara doa di daerah Takengon.
Akhirnya kami tiba di Medan dan setelah makan malam kami menuju rumah kediaman Bpk. Juminhu untuk beristirahat. Keesokan harinya, Jumat 22 Maret 2019, kami melaksanakan ibadah di tempat persekutuan doa yang dinamakan “Rumah Doa“, ibadah disertai pengutusan beberapa pekerja yang akan membuka cabang baru.
Sabtu 23 Maret 2019, tugas kami selesai dan kamipun kembali ke Bandung membawa damai sejahtera dari Tuhan.
Demikian perjalanan misi Aceh kali ini, banyak hal yang kami terima dalam pelayanan misi di daerah Aceh ini, semoga daerah yang telah kami layani bisa dibapai dan terus berlanjut untuk berkolaborasi untuk melayani umat Tuhan sehingga mereka bisa bertumbuh dalam iman dan pengenalan akan Tuhan. Amin.
Oleh: Pdm. Dede Imawan
GBI Pasir Koja 39 Bandung