Migraine

Migrain adalah nyeri kepala sedang hingga parah yang umumnya mengenai sebelah sisi kepala saja.

Lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria. Pada sebagian orang, serangan migrain dapat muncul hanya beberapa kali dalam setahun. Akan tetapi, pada penderita lainnya, migrain dapat muncul hingga beberapa kali dalam seminggu. Pada kasus tertentu, nyeri dapat muncul di kedua sisi kepala.

Mengidentifikasi Migrain

Selain sakit kepala, sebagian penderita merasakan mual, muntah, dan menjadi lebih peka terhadap cahaya atau suara. Ada beberapa jenis migrain yang perlu Anda kenali, yaitu:

  • Migrain tanpa aura: sakit kepala migrain yang terjadi tanpa tanda-tanda atau gejala.
  • Migrain dengan aura / Klasik: diawali tanda-tanda atau gejala, berupa masalah penglihatan (kilatan cahaya pada mata), kaku leher dan kesemutan pada anggota tubuh.
  • Aura migrain tanpa sakit kepala: migrain terjadi ketika pengidap merasakan aura atau gejala migrain yang lain, tapi tanpa diiringi sakit kepala.

Waspadai Kondisi Tertentu

Gejala-gejala yang perlu diwaspadai, antara lain:

  • Sakit kepala parah dan tiba-tiba.
  • Lengan dan/atau satu sisi wajah atau seluruh wajah, terasa lemas/kesemutan atau lumpuh.
  • Sakit kepala disertai demam, leher kaku, kebingungan, kejang, penglihatan ganda.
  • Bicara dan gerak bibir yang sulit dimengerti.

Jika Anda mengalami atau melihat seseorang mengalami gejala-gejala di atas, segera bawa ke rumah sakit

Faktor-faktor yang Menjadi Penyebab Migrain

Beberapa faktor berikut diduga berperan menjadi penyebabnya.

  • Faktor hormon. Perubahan hormon menyebabkan sebagian wanita merasakan migrain pada masa menstruasi.
  • Berat badan berlebih memiliki risiko terkena serangan migrain lebih sering.
  • Faktor genetik.
  • Konsumsi makanan dan minuman tertentu. Kafein, coklat, keju, bumbu penyedap (misal: MSG), dan alkohol dapat memicu migrain.
  • Stres dan kelelahan

Bagaimana Menangani Migrain

Berbaring di dalam kamar gelap menjadi solusi yang paling mudah dilakukan ketika migrain menyerang. Tindakan lainnya adalah mengonsumsi obat-obatan pereda rasa sakit  dan antimuntah untuk mengurangi rasa mual dan muntah.

Oleh: Zeffry

Check Also

Kesehatan April 26 copy

ASAM LAMBUNG NAIK,TERASA TERBAKAR & NYERI DI DADA : Keluhan Sepele Yang Tidak Boleh Diabaikan

Oleh: Andreas Adiwinata, dr., M.Biomed Banyak orang pernah merasakan sensasi panas di dada setelah makan, …