
Sebagai pribadi, umat Kristen mengimani bahwa dengan Kebangkitan Kristus, kita akan mengalami keselamatan. Kita bukan diselamatkan oleh kelahiran Tuhan Yesus Kristus. Inti dan pokok iman kristiani adalah kebangkitan Tuhan Yesus. Kebangkitan Yesus membuktikan, bahwa ada kebangkitan kembali setelah kematian (1 Kor. 15:20-26).
Memang, iman akan kebangkitan Kristus sulit dijelaskan menggunakan logika sehat manusia. Namun, perlu ditindaklanjuti dengan bersaksi, berbahagialah orang yang tidak melihat namun percaya. “Kebangkitan Tuhan merupakan kebenaran iman bukan sebuah kebetulan iman.” Kita hendaknya “merayakan Paskah Yesus Kristus dengan sukacita sebagai komunitas yang injili.” Bahkan Kebangkitan Kristus memberi kuasa untuk bersaksi (Kis. 1:8).
Walaupun memang mendengar dan merespons berita kebangkitan (Luk. 24:10-12) sangat penting, akan tetapi kebangkitan Yesus Kristus pun dilalui dengan via dolorosa (jalan kesengsaraan). Kepercayaan akan kebangkitan-Nya menjadi bagian pokok isi doa “Aku Percaya.“ “Aku percaya akan Allah: Bapa yang kekal dan aku percaya akan Roh Kudus, Gereja Kristen yang kudus, dan Am, pengampunan dosa (Mat. 26:27-28), kebangkitan tubuh, dan kehidupan kekal.”
Akan tetapi perlu penegasan, bahwa hal yang terpenting dari kebangkitan Yesus Kristus adalah, jalan pengampunan dosa dan jalan keselamatan bagi orang percaya dan itu bukan terletak pada masa lampau, “Kristus telah bangkit“, melainkan pada masa kini: “Kristus Bangkit.”
Betapa pentingnya arti dan makna Kebangkitan Yesus Kristus. Haleluya, “SELAMAT HARI RAYA PASKAH TUHAN YESUS KRISTUS.” Marilah kita merayakannya dengan penuh sukacita sebagai orang percaya dan juga jemaat GBI Pasirkoja yang berbahagia.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung