
Dalam pelayanan, ada lima tujuan Allah untuk gereja-Nya yang tidak dapat ditawar dan harus diseimbangkan, yaitu: penyembahan, persekutuan, pemuridan, pelayanan, dan penginjilan. Jika suatu gereja gagal menyeimbangkan kelima tujuan ini, ia bukan lagi gereja yang sehat, dan ia sedang berada dalam bahaya menjadi sekadar klub sosial.
Pesan transformasi (tujuan) kita tidak boleh berubah, sementara cara kita menyampaikan tujuan tersebut harus terus diperbarui untuk menjangkau setiap generasi baru.
Kata “kontemporer” secara harfiah berarti dengan kesementaraan, tidak bertahan selamanya, efektif untuk sementara waktu dan hanya relevan dalam momen tertentu. Apa yang dianggap kontemporer dan relevan dalam 10 tahun ke depan pasti akan terlihat ketinggalan dan kuno dalam waktu 20 tahun. Gaya-gaya kontemporer dalam ibadah, penyusunan program, arsitektur, musik, dan penginjilan. Hal itu oke, selama pesan alkitabiahnya tidak berubah.
Orang-orang terhilang memiliki kebutuhan akan makna, kebutuhan akan tujuan, kebutuhan akan pengampunan, dan kebutuhan akan kasih. Semuanya ini adalah persoalan-persoalan yang kita punya jawabannya, tetapi jutaan orang tidak menghiraukan pesan Kristus karena bersikeras mengomunikasikannya dengan cara-cara yang kurang up to date. Dalam pengertian tertentu, kita membuat Injil menjadi terlalu sulit untuk dipahami oleh budaya yang berubah.
Namun, saya juga berpikir bahwa hal itu berarti Anda harus memiliki gereja Abad ke-21, apabila Anda berada pada abad ke-21. Saya percaya bahwa tuntutan yang paling banyak diabaikan dalam gereja adalah memiliki anggota-anggota yang matang rohani — anggota-anggota yang dengan tidak egois membatasi pilihan-pilihan mereka sendiri tentang seperti apa gereja seharusnya demi menjangkau orang-orang yang terhilang bagi Kristus. Hal ini sebagaimana dengan Yesus katakan dalam Lukas 5:38, “Anggur yang baru harus disimpan di dalam kantong kulit yang baru”.
Berikut ini adalah tradisi sederhana yang harus didobrak pada abad ke-21: Berhentilah berpikir tentang gereja sebagai suatu institusi. Terlepas dari bahasa yang kita gunakan, kita, generasi Boomer (generasi yang lahir pada masa ledakan kelahiran bayi setelah berakhirnya Perang Dunia II, khususnya di Eropa, Asia, Amerika Utara, dan Australia – Red.), punya kecenderungan untuk memandang gereja sebagai suatu organisasi, tetapi generasi-generasi yang sedang muncul — dan banyak dari kita, generasi Boomer era Beatles — dengan putus asa mencari komunitas.
Nah, Anda dan saya mungkin tahu bahwa gereja adalah komunitas, tetapi generasi-generasi baru tidak pernah melihatnya demikian. Mereka melihat daftar peraturan, bukan komunitas yang penuh kasih. Hal ini merupakan contoh utama tentang kesempatan untuk mengemukakan kembali kebenaran-kebenaran Alkitab dengan cara yang kontemporer dan segar.
Generasi-generasi baru juga berfokus pada hal yang bersifat memberi pengalaman, dan hal itu berarti kita harus menyesuaikan cara kita mengajar dan berkhotbah karena sebagian besar gereja tradisional berfokus hampir secara ekslusif pada hal-hal intelektual. Di gereja abad ke-21, kita tidak hanya menginginkan supaya orang-orang mengetahui tentang Allah, kita juga ingin supaya mereka benar-benar bertemu dengan Allah.
Tentu saja, hal ini berarti, ketimbang berkhotbah hanya demi informasi, kita seharusnya berkhotbah demi tindakan. Pesan kita tidak dimaksudkan untuk sekadar memberi informasi, melainkan untuk mengubah kehidupan orang-orang dalam jemaat kita. Dalam hampir setiap khotbah, setiap poin memiliki kata kerja di dalamnya — sesuatu yang harus dilakukan. Apa yang akan Anda lakukan sekarang setelah Anda mengetahui kebenaran saleh ini?
Ingat: Dunia berubah, tetapi firman Allah tidak. Untuk menjadi efektif dalam pelayanan, kita harus belajar untuk hidup dengan ketegangan di antara keduanya.
Doa saya adalah supaya Allah akan memakai Anda seperti Dia memakai Daud, sebagaimana dijelaskan dalam Kisah Para Rasul 13:36, untuk melayani tujuan Allah dalam generasi Anda. Kita memerlukan gereja-gereja yang “timeless” (abadi) dan “timely” (tepat pada waktunya) pada waktu yang bersamaan. Kiranya Allah memakai Anda secara luar biasa, dan kiranya Anda memenuhi tujuan-Nya bagi kehidupan Anda.
Judul asli artikel : Reaching a Changing World With God’s Unchanging Word
Penulis : Rick Warren
GBI Pasir Koja 39 Bandung