Menjadi Gereja Yang Berdampak Dalam Misi Dan Doa

ekstravagantRoma 10:14-15 “Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya? Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis:”Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!”

Seorang pelukis diberi tugas untuk menggambarkan sebuah gereja yang tidak terawat. Tetapi pelukis itu bukannya melukis puing-puing tua yang hampir roboh, ia justru melukis sebuah bangunan megah yang berdesain modern. Dari jendela-jendelanya dapat terlihat sebuah kotak yang penuh hiasan untuk mengumpulkan persembahan dari para jemaat. Dan di atasnya tergantung sebuah papan bertuliskan “Untuk Misi”, akan tetapi yang menyedihkan adalah kotak tersebut diselimuti oleh sarang laba-laba.

Panggilan Tuhan bagi gereja-Nya, memiliki hati yang penuh belas kasihan, bermurah hati dan melakukan perbuatan baik yang ditandai dengan tindakan memberi kepada orang-orang yang belum percaya kepada Kristus. Gereja atau orang percaya yang hati dan hidupnya tidak terlibat dalam pemberitaan Injil, saat ini sedang berjalan menuju kehancuran. Tuhan telah merancang pemberitaan Injil sedemikian rupa sehingga setiap gereja atau orang percaya dapat terlibat secara aktif. Kita semua perlu meminta “ kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja, pekerja untuk tuaian itu” (Matius 9:38), tetapi sebagian orang juga akan di panggil secara khusus oleh-Nya untuk menjadi pemberita Injil karena jika tidak “bagaimana mereka mendengar?” (Roma 10:14). Sementara itu, orang lain akan menjadi pemberi dan pengutus, karena “bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya jika mereka tidak diutus (Roma 10:15).

Keberadaan gereja Tuhan harus benar-benar menjadi berkat bagi jiwa-jiwa yang dilayani, tidak hanya itu gereja juga harus memberi dampak positif di tengah-tengah dunia ini, bukan menjadi batu sandungan, melainkan mampu menjadi saksi  yang baik bagi orang-orang yang belum percaya kepada Kristus.

Kesaksian GBI Pasko 39 dalam pelayanan misi di Kalimantan Tengah dari tahun 2000-an sampai sekarang, berusaha tetap setia berperan aktif pada Amanat Agung yang Tuhan percayakan, bagaimana menjadi gereja yang berdampak positif bagi gereja-gereja dan jiwa-jiwa yang terabaikan di pedalaman Kalimantan Tengah. Khususnya desa-desa sepanjang sungai Katingan, Desa Kaman, Desa Bemban, Desa Rantau Bahai dan desa-desa lainnya. Melalui pembinaan rohani (menggembalakan jemaat), pendidikan (mengajar di sekolah, bimbingan belajar dan bantuan alat-alat tulis serta seragam sekolah), pelayanan kesehatan melalui pelayanan medis dan bidang-bidang lainnya yang bertujuan untuk kemajuan desa ke arah yang lebih baik lagi.

Hal penting yang harus diperhatikan supaya gereja bisa berdampak positif dalam pelayanan adalah hidup dalam doa. Gereja yang berdampak adalah gereja yang berdoa. Gereja yang meremehkan kuasa doa, lambat laun akan mati. Karena hanya melalui doa, gereja beroleh kuasa dan kekuatan menghadapi setiap tantangan. Sehebat apapun program dalam gereja, khususnya program misi tanpa disertai doa pasti tidak akan berdampak. Gereja mula-mula bertumbuh dan berdampak begitu cepat karena senantiasa bertekun dalam doa. “dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa (Kis 2:42b), sehingga…..tiap-tiap hari Tuhan menambahkan jumlah mereka dengan orang-orang yang diselamatkan…..”. Ada jutaan orang menuju kebinasaan, tanpa pernah mendengar Injil. Jangan sampai pelayanan misi diselimuti sarang laba-laba karena sikap gereja atau orang percaya yang kurang peduli.

Salam Misi: Pdm. Daud Lolo, S.Th

Check Also

Kesaksian Jawa Tengah

KESAKSIAN JAWA TENGAH

Oleh: Indri Haans Agnecia: Arti melayani yang Sesungguhnya untuk saya pribadi adalah Kasih yang nyata, …