MENJADI ANAK DAN MENJADI MURID

aRTIKEL DOA
Oleh : Soni Syam

­Ibrani 12:5-8. Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: “Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.” Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya? Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang.

Status kita sebagai seorang anak Allah merupakan sebuah kasih karunia. Melalui kasih karunia Tuhan Yesus kita diselamatkan dari dosa. Kita diberikan pilihan untuk merdeka dan tidak lagi terikat belenggu dosa, sehingga didikan dari Bapa itu pasti ditunjukkan kepada anak-anak-Nya.

Seperti kita sebagai orang tua, tentunya kita akan mendidik anak kita ke arah yang membangun, mempersiapkan mereka menjadi anak-anak yang dapat bertahan hidup di lingkungannya, menunjukkan mana yang baik dilakukan dan yang tidak , mengajarkan mereka cara mengendalikan emosi, dan memberi contoh bagaimana cara kita mengasihi. ­­

Dikatakan dalam Lukas 11:11, bahwa kita sebagai orang tua yang jahat tahu memberi yang baik bagi anak- anak kita, apalagi Bapa kita yang di sorga. Jika menjadi anak adalah sebuah tahap awal untuk kita berada dalam kasih karunia-Nya, maka menjadi seorang murid adalah langkah selanjutnya agar kita tetap berada dalam kemurahan-Nya.

Amsal 4:10-11. Hai anakku, dengarkanlah dan terimalah perkataanku, supaya tahun hidupmu menjadi banyak. Aku mengajarkan jalan hikmat kepadamu, aku memimpin engkau di jalan yang lurus.

Beberapa kunci untuk menjadi seorang murid, dikatakan bahwa kita harus MENDENGAR. Sebagai seorang murid berarti kita mendengar seorang guru, berada dalam kedekatan dengan gurunya, dan melakukan pertemuan yang konsisten dengan guru, dalam konteks ini adalah Yesus Kristus Tuhan, dan tidak mungkin kita bisa mendengar kalau kita tidak tahu seperti apa suara Tuhan.

Pada mulanya adalah firman, firman itu bersama-sama dengan Allah dan firman itu adalah Allah (Yohanes 1:11). Sehingga untuk mendengar Tuhan kita harus tekun berdoa, membaca Alkitab dan melakukannya.

Kunci kedua untuk menjadi murid adalah MAU DIPIMPIN. Ini berbicara tentang penyerahan diri, berarti seluruh perilaku kita bukan tentang apa yang kita suka dan tidak suka lagi, melainkan tentang apa yang berkenan di hadapan Tuhan.

Efesus 2:10. Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Pada akhirnya, menjadi murid itu punya sebuah tujuan Ilahi yang Tuhan telah persiapkan, sebuah pekerjaan yang baik, yang akan membawa kita berbuah manis di hadapan Tuhan.

Pemuridan merupakan pola yang Tuhan Yesus ajarkan dan teladankan untuk kita dapat bertumbuh menjadi murid sejati, di mana Tuhan Yesus sendiri memuridkan dan berbuah, sehingga sampai hari ini buah itu masih dapat kita rasakan.

Check Also

Artikel Doa

KOSMO

Oleh: Sonny Syam Matius 28:19-20 (TB) Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah …