Mengatasi Eksim

kesBarangkali Anda atau orang di sekitar Anda pernah merasakan gangguan pada kulit yang terjadi dalam jangka waktu lama. Bentuk kulit menjadi tidak sedap dipandang, dan keluhan tersebut dirasa semakin menggangu. Bisa saja penderita sudah menggunakan obat yang dijual secara bebas. Namun biasanya keluhan tersebut hilang sesaat dan muncul kembali atau bisa jadi keluhan tersebut tidak hilang sama sekali karena salah pengobatan. Jika memang Anda merasakan hal tersebut, bisa jadi Anda mengalami dermatitis atau seringkali dikenal sebagai eksim.

Dermatitis (eksim) merupakan proses peradangan (inflamasi) yang terjadi pada kulit. Penyebabnya bisa beragam baik faktor luar (eksogen) atau dari dalam tubuh (endogen). Kelainan ini bisa mengenai anak-anak atau orang dewasa. Untuk anak biasanya yang terjadi adalah dermatitis atopik, sedangkan dewasa biasanya dermatitis kontak.

Gejala penyakit ini bermacam-macam, biasanya muncul kemerahan, gatal dan kulit menjadi bengkak. Kadang disertai dengan bintik-bintik kecil berisi air. Jika tidak mendapatkan pengobatan yang benar, maka kulit pada bagian tersebut akan menebal dan tentu saja bisa mengurangi nilai estetis.

Memang penyakit ini tidak termasuk golongan penyakit berbahaya, dalam arti mengakibatkan kerusakan organ parah atau kematian. Namun bila didiamkan atau mendapatkan pengobatan yang tidak sesuai, sudah pasti penderita akan merasa tidak nyaman, dan tentu saja akan mengakibatkan komplikasi. Beberapa komplikasi yang bisa terjadi diantaranya fungsi kulit berubah, kulit menjadi rusak, kaku, dan tidak lagi sensitif.

PENCEGAHAN

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya dermatitis, meskipun dengan tindakan ini tidak serta merta penyakitnya hilang:

  1. Hindari kontak dengan benda yang telah diketahui dapat mengakibatkan terjadinya dermatitis kontak. Misalnya jenis logam tertentu, sabun atau bahan jenis lain,
  2. Kurangi menggaruk daerah tersebut, karena bisa mengakibatkan kerusakan semakin parah. Jika perlu gunakan obat yang dapat mengurangi rasa gatal,
  3. Gunakan bahan pakaian yang dapat menghindari munculnya keringat berlebihan,
  4. Gunakan pakaian dari bahan yang dapat menghindari terjadinya iritasi, misalnya bahan katun dengan tekstur yang lembut,
  5. Sebaiknya kurangi kalau tidak bisa sama sekali, penggunaan pernik-pernik yang dapat mengakibatkan iritasi kulit. Misalnya gelang, kalung, cincin, atau pernik-pernik lainnya,
  6. Hindari terjadinya kulit yang kering, untuk dapat menghindari terjadinya dermatitis. Hal itu dapat dilakukan dengan beberapa cara, diantaranya:
  1. Jangan terlalu sering mandi, dan saat mandi batasi waktunya, jangan terlalu lama. Selain itu sebaiknya gunakan air hangat bukan air panas.
  2. Gunakan sabun yang lembut, dapat membersihkan namun tidak mengeluarkan minyak alami secara berlebihan. Sabun detergent atau yang mengandung deodorant bisa mengakibatkan kulit menjadi kering.
  3. Gunakan pelembab untuk kulit anda. Berikan perhatian pada daerah tertentu semisal kaki, bahu, punggung dan daerah samping tubuh anda.

Jenis dermatitis dan pengobatannya:

  1. Dermatitis Kontak

Kelainan ini bisa disebabkan oleh kontak kulit dengan berbagai hal  (allergen atau iritan) yang dapat mengakibatkan alergi.             Untuk mengetahui penyebab pasti dermatitis kontak dilakukan tes sensitivitas/test alergi. Penanganannya terutama dengan menghindari bahan tersebut.

  1. Dermatitis Atopik

Biasanya akibat proses alergi dan terjadi pada keluarga yang punya riwayat bentuk atopi lain pada anggota keluarga. Atopi sendiri bisa diartikan sebagai kondisi riwayat kepekaan(sensitive) misalnya saja asma atau sering mengalami biduran. Kelainan ini dapat terjadi pada masa anak-anak dan dewasa muda. Pengobatannya adalah dengan memberikan obat steroid topical (hidrokortison) untuk mengurangi gejala peradangan, antibiotik (bila ada infeksi) dan obat anti gatal.

  1. Dermatitis Seboroik

Kelainan ini berhubungan dengan daerah dengan kelenjar minyak (sebum) yang banyak, misalnya pinggir hidung, dagu, kulit kepala dan belahan dada. Umumnya terjadi pada bayi (daerah kulit kepala). Pengobatan yang diberikan adalah dengan menggunakan bahan yang mengandung zinc pyrithione, tar, asam salisilat. Selain itu kadang digunakan steroid (hidrokortison) untuk mengatasi rasa gatal dan memperbaiki kulit.

  1. Dermatitis Statis

Terjadi pada penderita varises, akibat terjadinya peningkatan tekanan pada vena di kaki, varises tersebut terasa gatal terutama dibagian mata kaki bagian dalam. Penanganannya adalah dengan mengangkat tungkai atau meletakan tungkai lebih tinggi dibanding badan saat tidur. Selain itu dapat digunakan elastic support pada daerah kaki. Jika diperlukan maka dapat dilakukan tindakan pembedahan untuk mengatasi varises yang terjadi. Jika pada daerah tersebut sudah terjadi infeksi, maka dokter akan memberikan obat antibiotic.

Disunting dari majalah kesehatan keluarga “Dokter Kita” tahun 2007

Oleh: Lindawaty Hermawan, dr.

Check Also

Kesehatan April 26 copy

ASAM LAMBUNG NAIK,TERASA TERBAKAR & NYERI DI DADA : Keluhan Sepele Yang Tidak Boleh Diabaikan

Oleh: Andreas Adiwinata, dr., M.Biomed Banyak orang pernah merasakan sensasi panas di dada setelah makan, …