
Dalam membangun keluarga bahagia, Alkitab mengajarkan beberapa hal yang harus dilakukan oleh setiap keluarga-keluarga orang percaya kepada Tuhan Yesus, yaitu:
1. Mengakui Allah di dalam setiap tindakan ataupun keputusan dalam keluarga. Ini merupakan jaminan yang membahagiakan akan kebaikan Allah dalam keluarga tersebut, artinya keluarga tersebut terus mencari dan mengandalkan Allah dengan segenap hati mereka dan keluarga tersebut senantiasa menaruh harap kepada Allah sepenuhnya.
2. Berbahagialah setiap istri yang cakap yaitu perempuan yang hidupnya dipenuhi Roh Kudus, mampu mengendalikan diri, dan mengetahui cara-cara yang bijak untuk mengendalikan anggota keluarganya. Istri yang cakap juga adalah perempuan yang penuh tekad, yang sungguh-sungguh memegang asas-asas yang baik, bersikap tegas dan kukuh terhadap prinsipnya tersebut, serta tidak takut menghadapi topan dan badai yang menghadang setiap kewajibannya.
– Istri yang sangat tekun dalam membawa dirinya, sehingga mendapat penghargaan dan kasih sayang suaminya. Ia berperilaku sedemikian rupa hingga suaminya merasa tenang dan percaya penuh kepadanya. Ia senantiasa giat berbuat baik kepada suaminya, dan takut melakukan apa pun yang dapat merugikan suaminya, walau tanpa sengaja sekalipun.
– Istri yang sekalipun harus bersusah payah menyelesaikan tugas di rumah, tetapi ia menyukai pekerjaan itu. Ia tidak suka duduk diam tanpa melakukan apa pun. Ia berhati-hati dalam mengisi waktu, agar tidak ada waktu yang hilang percuma. Ia lebih menyukai tugas-tugasnya daripada hidup bersenang-senang atau kenikmatannya sendiri. Ia memusatkan perhatian kepada tugas yang menjadi bagiannya. Seluruh hidupnya berkisar pada rasa takut dan hormat akan Allah, menyatakan belas kasihan kepada mereka yang mengalami kekurangan, serta kesetiaan dan kasih kepada keluarga mereka.
3. Keluarga yang bahagia adalah keluarga yang memiliki roh yang tunduk dan rendah hati, dan siap menjalankan semua tugas sesuai tempat dan tugas masing-masing yang telah ditetapkan Allah di dalam dunia ini.
– Allah mengajarkan, bahwa kewajiban seorang suami adalah mengasihi istri. Sebab tanpa mengasihi istrinya, mereka akan menyalahgunakan keunggulan dan kepemimpinan mereka, dan hal ini harus dilakukan sebagaimana seharusnya, karena akan mempengaruhi kewajiban-kewajiban lainnya dalam hubungan suami-istri, sebab perasaan kasih tersebut memang sangat khusus dan istimewa yang dikehendaki bagi sang istri.
– Hubungan suami dan istri adalah satu dalam kasih Kristus, sehingga inilah yang menjadi alasan bagi suami dalam mengasihi istrinya di dalam kasih sayang yang sebaik dan sehangat mungkin, sebagaimana ia mengasihi dirinya sendiri.
4. Allah mengajarkan kepada kita bahwa keluarga yang bahagia adalah keluarga yang melakukan bagiannya masing-masing yaitu suami-suami mengasihi istrinya seperti dirinya sendiri, dengan kasih sayang yang tulus, istimewa, luar biasa, dan kukuh, seperti yang kita perbuat bagi diri kita sendiri. Dan istri hendaklah menghormati suaminya. Menghormati mengandung rasa kasih dan rasa hormat, yang menghasilkan keinginan untuk menyenangkan dan juga rasa takut, yang membangkitkan sebuah peringatan supaya jangan sampai menyakiti hati. Bahwa, istri menghormati suaminya merupakan kehendak Allah dan hukum dari hubungan suami dan istri. Amin.
GBI Pasir Koja 39 Bandung