LOE GUE BUTUH TUHAN!

rbiSeorang pria duduk di samping kursi sang supir di dalam sebuah mobil. Mereka sedang dalam perjalanan menuju sebuah tempat yang lumayan jauh. Sang pria ini telah terbiasa menyetir mobil sendiri, namun kali ini dia mempercayai seorang supir untuk mengendarai mobilnya. Karena sang pria ini kurang percaya akan kemampuan sang supir, iapun berusaha untuk ikut ‘mengemudikan’ kendaraannya itu dengan komentar-komentar yang sebenarnya dapat membuat sang supir merasa grogi atau kagok. “Awas!” atau “Hati-hati ada yang nyebrang!” atau “Ambil kiri, ada lubang besar disana!” dan masih banyak lagi.

Demikian juga dengan kehidupan kita. Banyak orang sudah mengerti bahwa Tuhanlah yang memimpin hidupnya. Dan banyak juga yang dengan lantang mengatakan bahwa Tuhanlah yang sudah menetapkan setiap langkah-langkahnya. Namun pada prakteknya, mereka semua seringkali melakukan hal yang sama seperti sang pria lakukan terhadap sang supir seperti ilustrasi tadi, hanya saja kali ini mereka melakukannya terhadap Tuhan.

LGBT, atau singkatan dari Loe Gue Butuh Tuhan. Itulah tema Retreat Youth di tahun 2016. Tema ini menggarap tentang bagaimana kita menemukan destiny yang sudah Tuhan tetapkan buat hidup kita. Banyak sekali orang Kristen yang punya masa depan yang indah di dalam tangan Tuhan, tapi akhirnya hidupnya berakhir sia-sia. Mereka adalah orang-orang yang tidak mengerti betapa berharganya hidup mereka untuk dipakai Tuhan. Begitu dahsyat potensi, kemampuan, talenta dan bakat yang sudah Tuhan bekali supaya kita dapat menjalankan ‘misi’ yang Allah berikan. Kita harus mengerti bahwa setiap detail yang sudah Tuhan rancangkan dalam kehidupan kita merupakan rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan (Yer. 29:11). Ketika kita mengerti persepsi ini, maka kita akan seperti Ayub yang dapat berkata, “Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas.” (Ayub 23:10).

Retreat ini terdapat 4 pembicara yang membagikan firman Tuhan dalam beberapa sesi. Sesi pertama bertemakan Safe Walking with God atau kita aman berjalan bersama-Nya. Kita juga harus bergaul erat dengan Tuhan, sama seperti Henokh. Ketika kita berjalan bersama Tuhan, Dia tidak pernah berjanji hidup kita akan selalu aman, tapi Dia berjanji akan selalu menyertai dan memberikan kekuatan sekalipun kita berjalan dalam lembah kekelaman. Sesi kedua membahas Something Block Your Way? atau adakah sesuatu yang menghalangi anda untuk mencapai destiny yang sudah Tuhan tetapkan? Ada 3 hal yang dapat menjadi penghalang kesuksesan kita: keterikatan dosa, salah merespon dan terlarut dalam masalah, dan tidak mau keluar zona nyaman. Sesi ketiga membahas AADP atau Ada Apa Dengan Pikiran. Sesi ini membahas bagaimana kita mengontrol dan mengambil sudut pandang yang positif dari segala pikiran yang ‘bertarung’ dalam otak. Sesi keempat membahas Here I Am, Send Me! atau Ini Aku, Utus Aku! Hidup kita harus berguna bagi orang lain agar visi Tuhan dalam hidup kita dapat tercapai sesuai rencana dan kehendak-Nya.

Dalam Retreat kali ini juga, banyak dimuat berbagai games untuk menumbuhkan dan meningkatkan rasa kekeluargaan antar jemaat. Ada Whispering Challenge, Water Challenge, Listening Section, Pos-posan dan masih banyak lagi. Seringkali dalam suatu komunitas sulit sekali didapatkan rasa kesatuan hati dan kesamaan visi. Oleh karena itu, diharapkan melalui retreat ini, tidak hanya dikenyangkan oleh firman Tuhan yang begitu luar biasa, tapi juga rasa kekeluargaan dan atmosfer berbaur dapat tercipta. Jemaat diharapkan dapat mengenal satu dengan yang lainnya dengan lebih akrab.

Akhir kata, saya mewakili segenap tim panitia Retreat Youth 2016 mengucapkan banyak terima kasih untuk dukungan doa, daya dan dana yang telah disalurkan. Tuhan Yesus memberkati. Loe, Gue, Butuh Tuhan!

By : Kevin Stefanus

 

Check Also

Artikel Ibadah awal tahun 2026 copy

IBADAH AWAL TAHUN 1 Januari 2026

Oleh: Dedy Gunawan (Koordinator Komisi Kompas) Puji syukur kepada Tuhan Yesus,  Kamis, 01 Januari 2026, …