KUASA SALIB KRISTUS

Oleh: Yanuar

(Kol. 2:11-15)

Dalam Kolose 2, kita diajarkan bahwa di dalam Yesus Kristus kita menemukan penggenapan hukum Taurat yang merupakan bayang-bayang yang akan dilakukan oleh Tuhan Yesus di dunia ini, yaitu bahwa di dalam Kristus kita juga disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan manusia, melainkan karya pembaharuan yang dilakukan oleh Roh Kudus di dalam diri kita, yang merupakan sunat rohani. Ini terjadi oleh karena karya salib Tuhan Yesus menebus hidup kita. Sunat rohani itu merupakan kelahiran kembali dan pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, bahwa sunat rohani itu terdiri atas tindakan yang berupa penanggalan akan tubuh yang berdosa, dalam meninggalkan dosa dan memperbaharui hidup kita, dan bukan hanya dalam upacara-upacara lahiriah. Sunat rohani itu bukan membersihkan kenajisan jasmani, melainkan memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah dan tidak cukup hanya meninggalkan satu dosa tertentu saja, tetapi kita juga harus menanggalkan seluruh tubuh dosa. Manusia lama kita harus turut disalibkan, supaya tubuh dosa hilang kuasanya.
Kita bersekutu dengan Kristus dalam seluruh pekerjaan-Nya; dengan Kristus kita dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Kristus kita turut dibangkitkan. Kita dikuburkan dan juga dibangkitkan dengan Kristus, dan kedua-duanya ditandakan oleh baptisan kita. Tetapi apa yang dilambangkan oleh baptisan kita adalah bahwa kita dikuburkan bersama dengan Kristus, dan bahwa kita dibangkitkan dengan Kristus. Kematian Kristus merupakan kehidupan kita; “Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia,” (Kolose. 2:13).

Semua orang telah jatuh ke dalam dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Demikian juga karena dosa, kita berada di bawah penghukuman dari hukum Taurat dan telah berada di bawah hukuman, kita ada dalam keadaan mati, karena kita tidak bersunat secara lahiriah. Hati yang tidak dikuduskan disebut hati yang tidak bersunat. Sekarang oleh karena Kristus, kita yang dahulu mati dalam dosa, kita dihidupkan kembali dalam Kristus. Maksudnya adalah bahwa dalam Yesus Kristus ada pengaturan yang disediakan untuk menghapuskan kesalahan dosa kita, dan menghancurkan kekuatan serta kuasa dosa dalam hidup kita. Kita dihidupkan bersama-sama dengan Kristus, melalui persekutuan kita dengan-Nya, dan keserupaan kita dengan Dia. Kematian Kristus adalah kematian bagi dosa-dosa kita. Kebangkitan Kristus adalah kehidupan bagi jiwa kita.

Kita dihidupkan kembali oleh karena Kristus telah mengampuni segala pelanggaran kita. Dan itu terjadi oleh karena kebangkitan Kristus dan juga kematian-Nya. Sebab sama seperti Kristus mati karena pelanggaran kita, demikian pula Kristus dibangkitkan karena pembenaran kita. Apapun yang dahulu berkuasa atas diri kita sekarang disingkirkan. Kristus telah memperoleh bagi kita penghapusan surat hutang, yang mendakwa kita. Surat hutang itu harus dipahami sebagai hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, yang merupakan kuk bagi bangsa Yahudi dan dinding pemisah bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi. Tuhan Yesus meniadakannya dengan memakukannya pada kayu salib. Maksudnya, Ia membatalkan utang itu, supaya setiap kita bisa melihat dan dilegakan bahwa utang itu tidak lagi mengikat hidup kita. Tuhan Yesus telah memperoleh kemenangan yang mulia bagi kita atas kuasa-kuasa kegelapan; “Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka.” (Kol. 2:15). Amin.

Check Also

Artikel Doa

KOSMO

Oleh: Sonny Syam Matius 28:19-20 (TB) Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah …