KUASA NAMA YESUS (Kesaksian Darren)

Oleh: Sherly Pebriani

Puji Tuhan atas segala kebaikan, kasih setia, rahmat serta kemurahan-Nya bagi kami sekeluarga yang mengalami mujizat Tuhan karena Darren bisa melewati masa kritis saat mengalami sakit.

Darren, anak bungsu kami mengalami panas dari hari Senin, 29 November 2021. Demamnya tidak turun padahal telah diberi obat penurun panas dan dikompres, sebaliknya justru tambah mengkhawatirkan karena ia mulai berbicara ngelantur, mengigau dan tidak ada selera makan. Kamis, 1 Desember 2021 sore kami memutuskan membawanya ke RS Melinda 2. Hasil pemeriksaan darah dinyatakan DBD atau Demam Berdarah.

Beberapa hari di rumah sakit, Darren mengalami mual, pusing, dan tidak nafsu makan, tetapi menurut dokter masih normal, dan kalau panasnya turun itu berarti trombosit sedang turun, jadi tetap dipantau saja, banyak minum dan tidak usah dipaksa untuk makan. Darren masih terlihat riang, sehingga kami tidak kuatir karena menunjukkan reaksi yang baik, mau minum dan tidak ada pendarahan .

Akan tetapi, pada tanggal 4 Desember 2021 hasil dari laboratorium menunjukkan trombosit nya 14 ribu dan albumin 2,4, sehingga dokter memutuskan untuk transfusi trombosit 2 labu dan albumin 1 labu. Tangan Darren saat itu bengkak mengakibatkan uratnya tidak terlihat sampai beberapa dokter dan perawat berulang kali mencoba untuk memasang jarum infus. Sedih melihatnya. Darren sampai pasrah dan berkata, “Kalo mau ditusuk bilang ya,” sambil memegang tangan saya. Sampai Pukul 23.30 Darren baru bisa dipasang infus dan 1 labu trombosit masuk ke tubuh Darren, semua baru selesai pukul 01.30 pagi.

Pada tanggal 6 Desember, trombosit Darren naik hingga 34 ribu, walau demamnya masih naik turun. Dokter mengatakan sudah masa pemulihan dan kami bersyukur atas semua itu. Satu pagi saya menerima ayat dari Yohanes 11:4 dari Ko Martin yang berkata: Ketika Yesus mendengar kabar itu, ia berkata : “Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan.” Namun apa yang terjadi? Siang itu dokter datang dan menurut hasil pemeriksaan laboratorium ternyata Darren harus masuk ICU. Kami merasa lemas mendengarnya. Siang itu Om Jantje dan Ko Martin datang untuk berdoa buat Darren dan memohon kekuatan juga bagi kami sebagai orang tuanya.

Di ruang ICU rasa takut semakin menyerang iman kami. Apalagi ketika pasien lain yang juga terserang DBD mengalami syock dan akhirnya meninggal dunia. Saya hanya bisa berdoa memohon belas kasih Tuhan . Satu saat Darren terlihat menggigil , sebagai ibu saya takut, namun saya berseru, memuji nama Tuhan dan menyatakan kata-kata kesembuhan. Saya katakan Tuhan sedang mengganti organ tubuh Darren yang rusak dengan yang baru. Ketika saya mengajak Darren memanggil nama Yesus, dia hanya mengucapkan kata dingin-dingin padahal suhu tubuhnya meningkat hingga 39 derajat dan terlihat semakin gelisah.

Saat itu, saya tidak peduli lagi di mana saya berada, tidak peduli lagi ada siapa di ruangan itu, yang saya lakukan hanyalah berdoa , memuji Tuhan dan berbahasa Roh. Puji Tuhan kuasa-Nya nyata. Darren mulai tenang dan memanggil nama Tuhan Yesus. Puji Tuhan kami bisa lewati ini semua karena kemurahan Tuhan. Tiba-tiba suster masuk ruangan dan berkata, ”Tadi saya pantau terus Darren dari luar, saat ibu berdoa tekanan darah Darren yang sebelumnya 185/90 menjadi 120/65, saturasi udaranya menjadi normal, laju jantungnya pun normal.

Puji Tuhan itu semua karena kuasa nama Tuhan Yesus. Kemurahan Tuhan lebih dari apa pun itu benar, mujizat itu nyata dan tiada terukur kasih setia Tuhan pada kami.

Kami menyampaikan rasa terima kasih kepada Pdt. Jantje Haans dan ibu Indri, Ko Simon, Ko Martin, rekan pengerja GSG Sakura, para pendoa GBI Pasko, para dokter di GBI Pasko, teman-teman sekolah Darren dan semua yang selalu berdoa bagi kami yang tidak bisa disebutkan . Tuhan Yesus membalas kebaikan Bapak/Ibu/Saudara/i semua. Segala pujian dan kemuliaan hanya bagi Tuhan Yesus.

Check Also

kesaksian

MAMA SHELLA

Kesaksian kali ini datang dari seorang ibu yang akrab dipanggil dengan Mama Shella, karena bagi …