Komunikasi Dengan Generasi Millennial

Hakim 2:10, Setelah seluruh angkatan itu dikumpulkan kepada nenek moyangnya, bangkitlah sesudah mereka itu angkatan yang lain, yang tidak mengenal TUHAN ataupun perbuatan yang dilakukan-Nya bagi orang Israel.

Saat ini penduduk dunia mayoritas ada di usia 21-41 tahun, dan sering disebut sebagai generasi millennial. Nilai Tambah generasi ini adalah menguasai  teknologi, suka berkomunitas, memiliki toleransi yang tinggi, suka menjadi pusat perhatian .

Kekurangan generasi ini adalah enggan berkomitmen jangka panjang, mau yang cepat dan  gampang, kurang mampu berjuang dalam realita, kurang punya prinsip yang absolut, sulit fokus, kurang mampu menyelesaikan tugas mencapai tujuan (goal), mudah depresi jika gagal.

Solusi yang orang tua bisa lakukan adalah menolong dan mendampingi serta memaksimalkan seorang anak untuk dapat menemukan keunikan dirinya sesuai dengan rencana besar Allah dalam hidupnya.

Kenyataannya  sering terjadi konflik antara orang tua dan anak, penyebab konflik sebagian besar adalah kebenaran yang dimiliki manusia merupakan kebenaran yang relatif, bergantung pada kepribadian, warisan kebiasaan atau pola pikir keluarga, adanya trauma masa lalu, adanya jurang pemisah (gap) antar generasi.

Cara paling efektif untuk berkomunikasi dengan generasi  zaman now adalah jika kita bisa menjawab “WHY” yang mereka tanyakan, baru kita dapat menyampaikan “HOW” , ingatlah kita harus mengajukan pertanyaan terbuka yang berempati terhadap perasaannya. Biasanya dengan menggunakan cara ini dapat membuat generasi zaman now nyaman berkomunikasi dengan kita, tanpa merasa didikte atau digurui.

Lima langkah komunikasi yang efektif:

  1. Melakukan penerimaan dengan cara keterbukaan. Sikap yang terbuka dalam penerimaan terhadap anak akan menimbulkan TRUST (kepercayaan). Pakailah bahasa komunikasi yang benar agar anak merasa aman, diterima dan empati secara penuh agar dia bersedia membuka diri agar kita dapat menolongnya mencapai tujuan yang Tuhan inginkan melalui hidupnya.
  2. Mendengarkan untuk memahami orang yang kita layani. Mendengar dengan benar sesuai persepsi anak perlu keterampilan yang terus diasah. Kita dengarkan dengan sikap tubuh yang benar, sehingga ia merasa bahwa permasalahan yang dihadapinya sangat penting baginya dan bagi kita.
  3. Menghargai – memberikan respek pada harga diri dan kebanggaan seseorang. Usahakan menggunakan kalimat-kalimat yang membangun dan bukan kalimat yang mengritik atau merendahkan. Hargailah setiap kemajuan yang terjadi.
  4. Berempati – menempatkan diri kita pada kondisi yang dia hadapi. Terciptanya perasaan dikasihi tanpa syarat dan dimengerti.
  5. Kerendahan hati – lemah lembut dan penuh pengendalian diri. Bersedia menerima masukkan dan kritik serta saran.

Komunikasi bukan hanya sekedar bicara. Salah satu cara berkomunikasi dengan berbicara. Komunikasi yang benar   adalah menciptakan persepsi yang sama, padahal orang yang berkomunikasi belum tentu sepaham, persepsi butuh proses, tidak otomatis dan mungkin membutuhkan waktu yang lama untuk menyamakan paradigma.

Roma 8:28-29, “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.”

Ada baiknya, jika kita menghadapi konflik sebagai akibat dari gagalnya menyamakan paradigma dengan anak kita:

  1. Bawa mereka merenungkan mengapa Tuhan ijinkan peristiwa itu terjadi di hidup mereka.
  2. Apa yang Tuhan mau kita lakukan
  3. Apa respon kita kepada rencana Tuhan

Dengan demikian akan membawa kita masing-masing baik kita pribadi sebagai orang tua maupun anak kita dapat semakin dekat dengan Tuhan, dan juga masing-masing pihak dapat semakin bertumbuh dalam Tuhan.

Check Also

Artikel Doa

KOSMO

Oleh: Sonny Syam Matius 28:19-20 (TB) Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah …