
26 orang penulis, baik itu penulis renungan Mitra Sejati, Mission dan Warta 39News berkumpul dalam acara Gathering Penulis GBI Pasir Koja 39 diadakan pada tanggal 30 Maret 2019 bertempat di Kopi Q Mekar Wangi.
Bapak Denny Pranolo membagikan, bahwa semua penulis pasti kerap menghadapi kendala, baik itu kendala dari dalam diri kita sendiri ataupun dari dari luar. Kendala dari dalam misalnya macetnya ide. Yang terutama harus kita lakukan adalah berdoa meminta hikmat dan ide dari Roh Kudus. Bapak Denny mengatakan, bahwa sebenarnya ide itu ada di sekitar kita. Semua kejadian yang terjadi di sekitar kita atau perkataan-perkataan orang dapat menjadi sumber ide tulisan. Kita hanya perlu membuka mata dan telinga. Kita bisa juga mencari referensi ide dari mesin pencari informasi, seperti google atau yahoo. Selain itu, sangatlah baik jika para penulis juga membentuk komunitas, seperti group chat dan pertemuan untuk saling bertukar ide, sehingga kendala macet ide dapat lebih mudah teratasi.
Kendala luar yang paling sering terjadi adalah konflik dengan pihak editor. Ini dapat diatasi dengan komunikasi dan membentuk kesepakatan-kesepakatan. Kritik dan masukan dari pihak luar harus ditanggapi dengan sikap terbuka agar kualitas tulisan kita pun dapat lebih baik.
Selain kendala-kendala di atas, masih banyak kendala lain yang dapat saja kita alami, tetapi dengan memegang teguh ‘KOMITMEN’, maka kendala apa pun tidak akan dapat menghentikan kita untuk menulis yang adalah tugas pelayanan yang Tuhan percayakan.
Ingat, bahwa lewat tulisan, kita dapat menginspirasi, membangun, menguatkan dan mengajar banyak orang, bahkan dapat menjangkau orang-orang yang jauh dan tidak kita kenal. Agar tulisan kita dibaca oleh sebanyak mungkin orang, buatlah tulisan yang semenarik mungkin. Tulisan yang singkat tetapi jelas dan padat, tema yang relavan dan kekinian, design yang bagus dan judul yang menarik akan membuat orang suka membaca tulisan yang kita buat.
Di akhir acara, Pdt. Jantje sebagai Gembala GBI Pasir Koja 39 mengucapkan terima kasih kepada seluruh penulis. Beliau juga berpesan agar KASIH menjadi dasar dari semua tulisan dan pelayanan kita. Sebelum tulisan kita dibaca oleh orang lain, hendaknya kita terlebih dahulu membaca tulisan tersebut, sehingga kita dapat mengkoreksinya lagi. Pelajari bahasa Indonesia yang baik agar bahasa penulisan kita bisa lebih efektif dan banyaklah membaca.
Tuhan Yesus memberkati.
Oleh: Bhernadethe Siregar
GBI Pasir Koja 39 Bandung