Kesaksian Care Cell

Tetap Kuat Dalam Pergumulan

Perkenalkan, saya Rikki Permana dari Care Cell Cimindi, lahir dan besar di Bandung. Agusutus 2018 saya mengalami sakit pembengkakan leher, semakin hari semakin membengkak. Saya di rawat di rumah sakit selama 10 hari. Karena keterbatasan dana, saya pulang dari rumah sakit dan tidak melanjutkan pengobatan lagi. Namun saya bersyukur ada pelayan-pelayan care cell yang selalu setia mendampangi dan mendoakan. Saya merasa terhibur dan mendapat kekuatan baru untuk menghadapi sakit yang saya alami. Akhirnya kami mengurus BPJS,  kemudian saya menjalani operasi. Puji Tuhan semua berjalan dengan baik. Akhirnya sekarang saya bisa melayani. Mari bergabung dalam care cell, saudara pasti terberkati.

 

Percaya dan Mengandalkan Tuhan

Perkenalkan, saya Ibu Erni dari Care Cell Cibaduyut. Pada tahun 2018, saya mengalami pergumulan yang berat. Saya jatuh dari motor dan salah satu tulang di lengan patah, dokter menyarankan untuk operasi. Karena terkendala dana, saya tidak dapat menjalani operasi tersebut. Puji Tuhan, setelah ada BPJS, saya bisa dioperasi. Beberapa bulan kemudian saya jatuh lagi tepat di depan rumah dan lengan yang patah itu bermasalah lagi.

Dokter menyarankan supaya di pasang gips, dengan dana yang terbatas akhirnya gips pun dipasang. Namun yang menjadi masalah ialah tidak ada dana untuk kontrol berikutnya, termasuk untuk melepaskan gips tersebut. Saya tidak memiliki dana waktu itu, karena telah dikeluarkan dari pekerjaan. Akhirnya karena keterbatasan dana, saya dengan anak perempuan saya membuka gips menggunakan peralatan rumah yang seadanya.

Bersyukur di tengah pergumulan yang berat masih ada pelayan care cell yang memberikan dukungan dan doa supaya saya bisa melewati semua pergumulan ini. Melalui care cell saya belajar firman Tuhan bahwa apa yang terjadi dalam hidup saya adalah untuk menguji iman dan yang pasti Tuhan selalu campur tangan di dalamnya. Tuhan Yesus mengajarkan saya untuk sungguh-sungguh mencari Dia, berharap dan mengandalkan-Nya.

Saya mengajak seluruh jemaat GBI Pasirkoja 39 untuk ikut dalam care cell, agar kita saling mendukung.

Rindu Menjadi Hamba Tuhan

Perkenalkan, saya Doni Pranata Tarigan dari Care Cell Lamajang. Sebelum pindah ke Bandung saya sekolah SMA di Padang.  Setelah selesai sekolah, saya berangkat ke Bandung untuk bekerja. Saya tinggal di Mess yang disediakan oleh perusahaan.

Suatu kali pelayan Care Cell datang kunjungan ke rumah salah satu jemaat GBI Pasirkoja yang bersebelahan dengan mess. Saya diajak ikut oleh tetangga tersebut untuk perkenalan. Setelah berkenalan, kami sharing firman Tuhan dan saya sangat diberkati. Secara singkat yang dibagikan waktu itu ialah di dalam Tuhan kita memiliki masa depan yang indah dan rancangan Tuhan bagi kita adalah masa depan yang penuh pengharapan.

Saya pun bersedia untuk dimuridkan melalui Care Cell, saya sangat bersuka cita karena iman saya bisa bertumbuh. Saya sangat antusias untuk belajar firman Tuhan. Banyak kebenaran baru yang saya terima pada saat mengikuti Care Cell. Selain pertumbuhan iman, saya  merasakan sukacita karena ternyata saya tidak sendiri di Bandung, banyak keluarga rohani yang bisa saling menguatkan dan memotivasi. Saya mulai merindukan untuk melayani Tuhan, saya ingin memberi hidup saya bagi Dia. Sekarang saya berdoa supaya Tuhan memakai saya, dan saya memiliki rencana untuk masuk Sekolah Teologi. Ternyata gabung care cell itu asyikkkkk, join Yukkkkkkkkk!

Pertolongan Tuhan yang Tepat Waktu

Perkenalkan, saya ibu Laura Sembiring dari  Care Cell Soreang. Pada usia kandungan 7 bulan saya periksa ke dokter untuk USG.  Waktu itu, dokter hanya memberikan perkiraan kemungkinan saya melahirkan pada 4 Oktober 2018.  Sebulan kemudian, saya periksa lagi ke dokter, saat itu dokter kembali memberikan prediksi tanggal kelahiran anak saya, yakni tanggal 12 Oktober 2018. Selain  itu, dokter juga mengatakan bahwa plasenta anak saya miring. Dokter kemudian menjelaskan kemungkinan yang terjadi akibat dampak Plasenta yang miring, salah satunya kelahiran bayi tidak normal, bisa operasi, selain itu anak akan mengalami keterbelakangan mental dan lain-lain. Saya mulai khawatir dan cemas. Pada tanggal 12 Oktober 2018, ternyata tidak ada gejala atau pertanda apapun untuk melahirkan.  Akhirnya saya cek lagi ke dokter. Dokter mengatakan bahwa kalau 17 Oktober 2018 tidak lahir maka akan dilakukan operasi.

Tanggal, 14 Oktober 2018, pelayan Care Cell berkunjung ke rumah. Saya menceritakan segala informasi yang disampaikan oleh dokter. Kami berdoa, supaya anak yang saya kandung, lahir tanggal 17 Oktober 2018 dengan normal, sehingga tidak perlu operasi. Luar biasa, tepat pada tanggal 17 Oktober 2018 anak kami lahir dengan normal, plasentanya juga normal. Melalui peristiwa ini saya dengan keluarga belajar untuk percaya dan mengandalkan Tuhan Yesus sebab pertolongan-Nya selalu tepat pada waktunya.

Melalui kesaksian ini saya juga menyampaikan bahwa pentingnya kita masuk dalam Care Cell supaya kita mendapatkan dukungan doa, motivasi dari firman Tuhan sehingga kita bisa mengalami kuasa dan mujizat dari Tuhan Yesus. Care Cell Yukkkk!

 

Check Also

kesaksian

MAMA SHELLA

Kesaksian kali ini datang dari seorang ibu yang akrab dipanggil dengan Mama Shella, karena bagi …