Demikianlah Yosua merebut seluruh negeri itu sesuai dengan segala yang difirmankan Tuhan kepada Musa. Dan Yosua pun memberikan negeri itu kepada orang Israel menjadi milik pusaka mereka, menurut pembagian suku mereka. Lalu amanlah negeri itu, berhenti dari berperang. – Yosua 11:23
“Maju mundurnya sebuah negara, perusahaan maupun gereja ditentukan oleh kepemimpinan” – Jhon Maxwell
Kepemimpinan adalah kunci menuju pada perubahan, kemajuan maupun kehancuran dan kemunduran. Seorang pemimpin bisa membawa pengikutnya ke padang rumput yang hijau atau ke jurang penderitaan. Sejarah membuktikan bahwa kepemimpinan bisa membangun, maupun merusak. Kepemimpinan adalah pengaruh, baik maupun buruk. Seorang pemimpin yang hebat, bisa membawa pengikutnya pada hal-hal yang lebih baik, memaksimalkan potensi mereka dan menciptakan pemimpin baru. Seorang pemimpin yang buruk akan memanfaatkan pengikutnya untuk kepentingan diri sendiri, memanipulasi kesetiaan mereka, membawa pada hal yang lebih buruk dan tidak menyukai kepemimpinan baru.
Alkitab memberi contoh nyata tentang kepemimpinan. Yosua membawa bangsa Israel menjadi bangsa yang terhormat, disegani dan mencapai kedamaian dan kemakmuran. Daud membawa bangsa Israel dikagumi, dihormati dan dimuliakan. Hizkia dan Yosafat membawa bangsa Israel kembali menyembah Allah dan menyingkirkan penyembahan berhala sehingga kembali menjadi bangsa yang besar dan dihormati. Sementara itu Ahab dan Izebel, Yoram, Ahazia melakukan apa yang jahat di mata Tuhan dan membawa bangsa Israel pada kehinaan dan kehancuran; kisah Raja-raja menceritakan itu dengan jelas. Itulah sebabnya kita harus dengan hati-hati dan penuh doa memilih pemimpin. Apalagi untuk bangsa ini. Kepemimpinan bukan sekedar jabatan. tetapi pengaruh. Boleh saja orang memiliki jabatan formal sebagai pemimpin tetapi tidak membawa pengaruh apapun dalam hidup orang yang di bawahnya. Dia tidak membawa orang yang dipimpinnya semakin baik, semakin berprestasi, semakin mencapai kemaksimalan. Seorang Ayah seharusnya menjadi pemimpin dalam keluarganya, membawa seluruh anggota keluarga pada takut akan Tuhan dan menolong mereka mencapai yang terbaik dalam hidupnya. Seorang gembala seharusnya menolong jemaat menemukan panggilannya, membangun roh jemaat dengan pengajaran yang sehat dan diurapi, sehingga menjadi jemaat yang bertumbuh, kuat dan berhasil. Jhon Maxwell menyatakan : ”Dunia, terutama Gereja Tuhan sedang mengalami krisis terbesar; krisis yang akan mempengaruhi seluruh segi kehidupan yaitu Krisis Kepemimpinan.”
Oleh: Simon Irianto
GBI Pasir Koja 39 Bandung