
Kalau kita belajar mengenai cerita penjajahan Indonesia yang di lakukan oleh Jepang, Jepang datang dengan memberikan penyerangan di Kalimantan Timur terhadap Belanda yang memang sudah menguasai daerah Hindia-Belanda (Indonesia). Dengan kekalahan Pasukan Belanda ini, Bangsa Indonesia yang sudah jenuh dijajah oleh Belanda melihat adanya harapan untuk negara Indonesia merdeka, karena Jepang datang dengan propagandanya yang membuat doktrin, seakan-akan Jepang adalah saudara tua Indonesia, apalagi janji untuk Indonesia dapat merdeka juga diberikan oleh pemerintah jepang, alih alih menjadi saudara tua Indonesia , Jepang malah menguras sumber daya alam Indonesia. Terutama minyak bumi, guna invasi Jepang menjadi penguasa di Asia Tenggara dan melakukan bentuk penjajahan yang lebih mengerikan dibanding pemerintah Belanda.
Adanya kerja paksa yang kejam, banyak wanita Indonesia yang dijadikan budak sex oleh Jepang, pemusnahan segala buku dalam bentuk bahasa Belanda dan Inggris, membuat bangsa Indonesia tidak dapat belajar dan memperoleh pendidikan yang tinggi.
Inilah sebuah gambaran Kemerdekaan yang tidak dapat dijamin, sebuah Kemerdekaan yang kelihatannya dapat menyelamatkan, memuaskan dan melindungi kita dari belenggu, tapi malah menyeret dalam belenggu yang lebih mengerikan dan mematikan. Dan sadar atau tidak sadar kemerdekaan seperti ini adalah bentuk kemerdekaan yang dunia tawarkan, yang mungkin telah kita konsumsi dalam hidup kita sehari-hari.
Yohanes 8:33 (TB)
33Jawab mereka: “Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapa pun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?”
Pada pembacaan ayat di atas kita menemukan Bangsa Yahudi yang percaya pada Yesus, kebingungan karena mereka bukanlah budak atau hamba siapapun, mereka mempunyai kebebasan untuk dapat pergi, melakukan suatu hal tanpa adanya tuan yang menjadi “Bos” mereka, apalagi dikatakan mereka adalah keturunan Abraham. Bapa orang beriman sudah sepantasnya kemerdekaan itu adalah kepunyaan mereka, menurut bangsa Yahudi itu.
Seberapa sering kita berfikir bahwa hidup itu hanya satu kali? Atau pada hari ini sering diucap YOLO “You Only Lived Once” Sehingga pola pikir yang kita bawa itu membuat kita menjadi: Seorang Kristen yang Liberal.
Yang menempatkan kebebasan kita sebagai individu menjadi nilai yang paling penting. Contohnya seberapa sering kita melupakan untuk berdoa dibanding mengejar waktu untuk tidak terlambat ke kantor?.
Seberapa kali kita tidak bergereja karena bentrok dengan liburan di hari minggu?.
Atau seberapa bijaknya kita membangun relasi dengan Tuhan di banding membuka Sosial Media pada akhir-akhir ini?.
Jika kita cenderung mengesampingkan Tuhan sesungguhnya kita tidak sadar bahwa hidup kita adalah orang Kristen yang dibelenggu dan hidup dalam kemerdekaan yang tidak dijamin hidup terdiskoneksi dengan Tuhan. Sebagai manusia kita diciptakan dari debu dan roh, kalau hidup kita terdiskoneksi dari sumber Roh, Sumber inti esensi kita sebagai manusia, maka kita hanyalah hidup sebagai debu yang berfikir bahwa debu dapat memiliki kehidupan pada kenyataannya debu akan kembali menjadi debu di tanah.
Pengkhotbah 12:7 (TB)
7. dan debu kembali menjadi tanah seperti semula dan roh kembali kepada Allah yang mengaruniakannya.
Yohanes 8:34-36 (TB)
34. Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa.
35. Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah.
36. Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka.”
Dosa membuat hati kita keluar dan menjauh dari rumah Tuhan, dan dosa memberikan kemerdekaan kosong, kesenangan yang sementara. Berapa lama kita merasa tenang dari hidup dengan harta hasil mencuri? seberapa tenang kita hidup dengan perselingkuhan?.
Mari kita hidup dalam koridor Firman Tuhan. Yang tidak menjadi hamba dosa, melainkan menjadi hamba Kristus, bahkan menjadi anak. Dimanakah seorang anak yang baik , tidak punya kerinduan seorang bapak yang baik? . Atau apakah mungkin seorang hamba yang baik berjalan dengan keinginannya sendiri?. Pastilah keinginan Tuhan dan bapaknya yang seharusnya terjadi.
Dan ini adalah bentuk kemerdekaan orang kristen yang dijamin. Karena kita akan benar-benar merdeka, terhubung dengan Kristus yang memberikan Hidup.
GBI Pasir Koja 39 Bandung