
Kata Merdeka, secara umum dimaksudkan bahwa kita sebagai warga negara Indonesia bebas dari penjajahan/perbudakan. Secara implisit kita mau mengatakan bahwa kita semua sebagai warga negara bebas mengekspresikan/mengaktualisasikan diri menurut kehendak kita, yang tentunya dengan tidak melanggar koridor-koridor aturan yang tertulis dalam ALKITAB. Sedangkan bicara arti kata merdeka yang sesungguhnya, dapat kita jawab melalui pertanyaan-pertanyaan: Mengapa masih banyak rakyat yang hidupnya berkekurangan? Mengapa harga kebutuhan pokok makin melambung tinggi?, Mengapa angka pengangguran terus meningkat? Mengapa masih banyak orang Kristen hidup dalam dosa? Bahkan mungkin masih banyak pertanyaan lagi. Apakah kita masih bisa mengatakan bahwa kita sudah merdeka secara harafiah?
Rasul Paulus mengingatkan agar kita yang telah dimerdekakan dari dosa agar menjadi hamba kebenaran (Roma 6 : 18), karena kita akan beroleh buah yang membawa kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal (ayat 22). Sebab Roh yang memberi hidup telah memerdekakan kita dalam Kristus dari hukuman dosa dan hukum maut (Roma 8 : 2). Tentang makna kemerdekaan, GBI Pasir Koja akan memaparkan secara lebih jelas dan terperinci dalam khotbah mingguan sepanjang bulan Agustus 2026, dengan detail sebagai berikut:
Minggu pertama, 2 Agustus 2026, “Melatih rasa cukup.” (Fil.4:4-13; Ibr.13:5), dengan tujuan mengajak jemaat untuk bersyukur, karena hal ini dapat memerdekakan mereka. Menuntun jemaat mengerti, bahwa rasa cukup bukan berarti berhenti berusaha, tetapi memiliki hati yang bersyukur dan tidak dikuasai oleh keinginan yang berlebihan. Rasa cukup adalah sikap hati yang menerima Tuhan dengan penuh syukur dan mengingatkan jemaat tentang bahaya ketidakpuasan dan keserakahan.
Minggu kedua, 9 Agustus 2026, “Memaksimalkan apa yang ada.” (Mat. 25:14-30, Kel. 4:2 dan Peng. 9:10). Dengan tujuan, jemaat berusaha mencari talentanya, memakai usaha dengan apa yang ada, supaya tidak terjerat hutang.
Minggu ketiga, 16 Agustus 2026. “Bebas dari Hutang” (Luk. 14:28-31 dan Ams. 13:11). Dengan tujuan agar jemaat belajar membuat anggaran keuangan, menolong jemaat memahami dampak hutang dalam kehidupan dan mengajarkan prinsip hidup bijaksana dalam mengelola berkat Tuhan.
Minggu keempat, 23 Agustus 2026. “Sentuhan yang mengubahkan.” (Luk. 19:1-10; dan Yoh.19:1-21). Dengan tujuan, jemaat memiliki kerinduan untuk mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan Yesus yang sanggup mengalahkan, memulihkan dan membebaskan.
Minggu kelima, 30 Agustus 2026. “Mengubah Tujuan Hidup.” (Yoh. 4:1-42 dan Yer. 29:11). Dengan tujuan menolong jemaat memahami, bahwa Tuhan memiliki rencana bagi setiap kehidupan, mengajak jemaat untuk terbuka terhadap perubahan yang Tuhan kerjakan dan jemaat diajak memahami, bahwa Tuhan kadang mengubah arah hidup seseorang melalui berbagai pengalaman, peristiwa bahkan kesulitan. Perubahan tersebut merupakan bagian dari cara Tuhan menuntun umat-Nya menuju tujuan yang lebih baik.
Kiranya tema bulan Agustus 2026 ini jemaat GBI Pasir Koja dapat mengerti, memahami, dan mengambil keputusan yang tepat, bagaimana jemaat mampu mengelola keuangan mereka dan terbebas dari hutang piutang yang menjerat dan membebani keuangan mereka. Tema-tema tersebut dapat didiskusikan kembali dalam seluruh kelompok care cell yang ada di GBI Pasir Koja 39.
Tuhan Yesus Kristus memberkati dan menolong seluruh jemaat GBI Pasir Koja 39 beserta cabang-cabang yang berdomisili di kota Bandung, Tuhan Yesus memberkati kita semua, Haleluya, AMIN!
GBI Pasir Koja 39 Bandung