
Bukankah Allah yang esa menjadikan mereka daging dan roh dan apa yang dikehendaki kesatuan itu?keturunan ilahi ,jadi jagalah dirimu dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya..(maleakhi 2:15)
Salah satu film yg menjadi legenda di Amerika adalah film “Little House on the Prairie.” Dibintangi dan diproduseri oleh Michael Landon. Film tentang keluarga ini begitu menyentuh dan menginspirasi jutaan pemirsanya sehingga sampai saat ini masih ditayangkan dan digemari. Gambaran keluarga yang sederhana tapi penuh dengan kasih dan pengertian, menghadapi permasalahan sehari-hari dengan cara yang penuh kebijakan membuat orang membayangkan inilah hidup yang seharusnya dijalani dalam membangun keluarga.
Hubungan yang indah antara suami, istri, anak-anak bahkan dengan tetangga membuat orang membayangkan seperti inilah suasana surga di dunia. Belum lagi pemandangan desa yang subur, sungai yang bening, pertanian yang lengkap, gereja yang indah di tengah taman yang luas, yang menjadi pusat komunitas seluruh desa, yang melengkapi keindahan film ini.
Sayang sekali kehidupan rumah tangga orang Kristen saat ini tidak seindah itu. Nilai-nilai keluarga yang luhur dan suci yang berasal dari Alkitab, diganti dengan konsep pernikahan yang rendah yang hanya didasarkan pada hawa nafsu yang rendah. Bahkan institusi pernikahan tidak lagi dianggap penting dan sakral. Akibatnya perceraian, perzinahan, aborsi dianggap wajar dan membawa pada kehancuran moral pada generasi berikutnya. Mereka kehilangan figur orang tua. Ayah yang bertanggung jawab dan penuh otoritas memimpin keluarganya, ibu yang penuh kasih dan rela berkorban. Bila ini dibiarkan, maka hal inilah yang akan menghancurkan suatu bangsa. Nilai-nilai luhur yang diajarkan dalam keluarga seperti penghormatan, kesetiaan, pengertiaan, pengorbanan menjadi hilang. Bayangkan masa depan seperti apa yang akan kita lihat.
Penyimpangan seks, kekerasan, kejahatan, pemberontakan terhadap otoritas apapun akan merembak. Ini tidak boleh terjadi dan dibiarkan, gereja harus kembali mendengungkan nilai-nilai keluarga. Gerakan pemulihan keluarga harus didukung, juga gerakan pemulihan kepriaan dan peran wanita sebagai penolong yang bijak wajib dikobarkan. Hanya inilah yang akan menjamin generasi berikutnya akan lebih baik, mereka akan jadi generasi pemenang, pemenang dalam kehidupan dan memenangkan teman-teman mereka menjadi orang-orang yang perkasa di bumi.
Oleh: Pdt. Simon Irianto
GBI Pasir Koja 39 Bandung