Haleluyah berbahagialah orang yang takut akan Tuhan, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya, anak cucunya akan perkasa di bumi angkatan orang benar akan diberkati….(Mazmur 112:1-2).
Melihat bagaimana burung Rangkong (lambang daerah provinsi Kalimantan Tengah) memelihara anak dan pasangannya, membuat saya tersentuh. Ketika sang betina bertelur dan bersiap mengerami, maka sang jantan akan menutupi sarangnya yang biasanya berupa sebuah lubang di pohon yang tinggi dengan tanah liat dan getah sampai menjadi sebuah lubang kecil seukuran paruhnya untuk memberi makan pasangannya. Setiap hari ia akan terbang berkilo-kilometer jauhnya untuk berburu makanan. Dan ketika paruhnya sudah terisi penuh makanan, dia mengirimkan makanan itu dengan menyuapi pasangannya, demikian terus dilakukannya setiap hari sampai telur itu menetas. Di peristiwa yang lain, saya melihat bebek Alaska dengan sabar melatih anaknya untuk melompat dari ketinggian sampai mereka bisa terbang sendiri untuk mencari makan. Dalam hati saya bergumam, binatang saja memberi yang terbaik pada pasangan dan keturunannya, masakan manusia tega untuk meninggalkan pasangannya dan tidak memperdulikan anak-anaknya.
Keluarga adalah lembaga terkecil yang dibentuk manusia, dan Tuhan mau kita membangunnya dengan benar dalam takut akan Tuhan. Membangun rumah tangga bukan sekedar hanya untuk menyalurkan keinginan seks atau sekedar sebagai status sosial, tetapi untuk satu tujuan Ilahi yang luhur. Melahirkan keturunan Ilahi (Mal. 2:15) yang perkasa di bumi untuk menjadi berkat, yang memerintah dan membawa pengaruh pada sekitarnya.
Keluarga yang harmonis menghasilkan orang-orang yang membawa damai dan sukacita bagi sekitarnya, menjadi berkat dan teladan. Sebaliknya, keluarga yang berantakan menghasilkan keturunan yang seringkali rusak, yang menjadi beban masayarakat; bahkan negara. Kriminalitas, penyalahgunaan narkoba, kekerasan dan perbuatan amoral seringkali berakar dari keluarga yang gagal, dari seorang pria yang tidak berfungsi sebagai pemimpin yang takut akan Tuhan dan seorang wanita yang tidak menjadi penolong yang sepadan dan ibu yang penuh kasih bagi anak-anaknya.
Anak-anak yang hidup liar tanpa kasih sayang dan perhatian dari orangtua cenderung menjadi asosial, apatis, tidak peduli dan murung. Itulah sebabnya, untuk memperbaiki gereja bahkan negara harus dimulai dari unit yang terkecil yaitu keluarga. CARECELL, adalah salah satu sarana untuk membawa keluarga pada takut akan Tuhan, sehingga kebaikan dan kemurahan Tuhan turun di setiap rumah tangga. Bila dalam rumah tangga ada pemulihan, maka berkat Tuhan akan mengalir dan ada masa depan yang cerah bagi setiap anak-anak. Oleh sebab itu, mari prioritaskan yang terpenting dalam hidup kita yaitu Tuhan dan orang-orang terdekat yang Tuhan percayakan kepada kita: Keluarga.
Oleh: Pdt. Simon irianto
GBI Pasir Koja 39 Bandung