Kebangsaan

Pdt. Dr. A. L.Jantje Haans

Proklamasi kemerdekaan RI yang diperingati setiap bulan Agustus memiliki makna sejarah yang fundamental dan spiritual. Fundamental karena secara De facto bangsa Indonesia telah memproklamirkan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945 dan secara spiritual kehadiran umat Kristen dan gereja-gereja diharapkan mampu menjalankan misi Ilahi dalam peran sertanya terhadap pembangunan di negara RI.  Pergumulan gereja-gereja dan umat Kristen di dalam mengisi kemerdekaan Indonesia yang ke-75 tahun 2020 meliputi hal-hal sebagai berikut:

Pertama, panggilan orang percaya untuk menjadi terang bagi bangsa-bangsa (Yes. 60:1-22). Memaparkan tantangan dan perjuangan gereja-gereja sejak masa kolonialisme Belanda, penjajahan Jepang, hingga Indonesia merdeka yang mencakup Orde Lama dan Orde Baru. Orang percaya kepada Kristus layak disebut pelita dan terang bagi bangsa Indonesia.

Kedua, menjadi pahlawan untuk membangun bangsa (Neh. 2:1-20). Menyoroti nilai-nilai perjuangan para pahlawan, dengan kemandirian gereja-gereja di Indonesia di dalam melepaskan diri dari kendali penjajahan dan bertekad membangun bangsa yang bersandar sepenuhnya kepada Kristus, serta peran strategis kekristenan di dalam mencegah perpecahan bangsa untuk mewujudkan Indonesia yang satu (NKRI).

Ketiga, menyadari bahwa kemerdekaan adalah hasil perjuangan bersama para pahlawan (Kel. 17:8-16). Melakukan kerjasama terhadap pergumulan gereja-gereja di Indonesia dari setiap intimidasi kuasa kegelapan untuk meraih cita-cita bersama, sehingga kehadiran misi Kristen di Indonesia dijauhkan dari kekuatan radikalisme senjata dan ketamakan ekonomi.

Keempat, mendemonstrasikan hakekat merdeka melayani (Gal. 5:1-15; 1 Pet. 2:16). Namun, gereja-gereja di Indonesia harus merdeka dalam melayani dan melepaskan dirinya dari berbagai tantangan dan penderitaan dalam menjalankan misi Allah yang mencakup Mandat Injili dan Mandat Budaya. Untuk itu, selama masih diberikan kepercayaan oleh Kristus, gereja-gereja Indonesia harus menjalankan tugas panggilannya dengan setia dan sukacita.

Kelima, Yesus Kristus adalah pahlawan sejati (1 Pet. 2:18-25; Zef. 3:16-20). Kristus telah membuktikan-Nya di kayu salib, kepahlawanan-Nya memperoleh nilai abadi, dan apresiasi dari Bapa di sorga, sebab Dialah pahlawan sejati yang telah membebaskan manusia dari penjajahan dosa dan hukuman maut (1 Kor. 15:54-57). Dirgahayu HUT – RI ke-75 Tuhan memberkati gereja-gereja-Nya, bangsa dan rakyat Indonesia, Amin!

Check Also

Pesan Gembala April

PASKAH

Oleh: Pdt. Dr. A. L. Jantje Haans (Gembala Sidang) Rangkaian Paskah yang dikenal dengan Tri …