Roma 8:29-30
Roma 8:29. “Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.”
Menyangkut hubungan antar manusia, biasanya yang dipakai untuk menilai seseorang, adalah dengan mengatakan, bahwa orangnya berwatak seperti ini atau sifatnya seperti itu. Karakter setiap orang di dunia ini bermacam-macam, ada yang dipengaruhi oleh faktor keturunan atau yang disebut GEN, ada yang dipengaruhi oleh lingkungan, tapi yang lebih dominan adalah watak bawaan sendiri, yang dibawa sejak dari lahir.
Dalam kehidupan kita sebagai mahluk sosial, seringkali kita mengelami dan menemui banyaknya bentrokan antara manusia. Tidak sedikit dari perselisihan itu berakhir dengan tidak baik, namun ada juga saat di mana perselisihan bisa diselesaikan dengan baik, walaupun lewat proses yang memerlukan waktu, pikiran dan tenaga. Banyak orang yang kecewa, karena tidak mampu menerima perlakuan atau perkataan yang berbeda karakter dengan yang bersangkutan. Fenomena ini justru banyak terjadi di kalangan gerejani yang bernuansa gerejawi. Bukan sekedar di kalangan jemaat saja, namun juga yang lebih prihatin terjadi di kalangan para pekerja/pelayan gereja.
Dalam hal karakter, marilah kita tidak saling menilai orang lain lebih buruk dibanding diri kita sendiri, sebaliknya mari kita saling mengintrospeksi diri sendiri. Ada baiknya kita mengambil Sosok yang sempurna karakternya sebagai teladan kita, di mana Sosok ini pernah hidup sebagai manusia sosial seutuhnya. Sosok ini kita lihat dalam diri Yesus Kristus. Ia selalu berpikir positif, tegas, tidak kompromi, hormat kepada orang tua, bersih hati-Nya, dan banyak lagi karakter sempurna yang lainnya.
Kita adalah representasi Kristus di dunia ini, jadi wajiblah untuk kita bertumbuh menuju manusia berkarakter seperti Kristus, seperti yang ditegaskan di dalam 1 Yohanes 2:6, ”Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia(Yesus Kristus), ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.”
Doa: “Roh Kudus, mampukan kami untuk terus bertumbuh dan hidup sama seperti Kristus hidup. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
