Sidney Mohede dikenal sebagai seorang pemimpin pujian dari Jakarta Praise Community Church di Jakarta yang sangat berpengaruh dan menginspirasi banyak pemimpin pujian di negeri ini. Ia juga seorang musisi dan penulis lagu rohani. Begitu banyak lagu karyanya telah memberkati umat Tuhan, tidak hanya di Indonesia tetapi manca negara. Salah satunya lagu karya Sidney yang cukup mendunia adalah Hosanna (Be Lifted High). Di acara Unlimited Worship pada tanggal 21 September 2017, saya berkesempatan untuk berbincang singkat dengan beliau, seputar perihal Pujian dan Penyembahan.
Apa sih esensi dari penyembahan menurut seorang Sidney Mohede?
Penyembahan bagi saya bukanlah soal musik atau lagu yang kita nyanyikan, tetapi penyembahan yang sesungguhnya adalah waktu kita memberikan kehidupan kita sebagai persembahan yang hidup dan yang kudus seperti yang tertulis di Roma 12:1. Jadi, musik, lagu, dan bernyanyi di hari Minggu itu cuma sekedar cermin dari sebuah kehidupan yang berserah kepada Tuhan setiap harinya.
Jemaat JPCC terlihat sangat antusias dan ekspresif saat memuji dan menyembah Tuhan. Seperti berdiri tanpa disuruh, bertepuk tangan bahkan melompat. Nah, Kira-kira apa sih yang kami, sebagai Tim Musik Pujian bisa lakukan supaya jemaat dapat antusias dan ekspresif saat memuji dan menyembah Tuhan di ibadah raya?
Mau gak mau sih memang harus dibangun budayanya di tengah-tengah jemaat. Seperti budaya mengantri dan budaya tidak terlambat, begitu juga budaya dalam memuji dan menyembah Tuhan. Itu harus diajarkan berulang-ulang, harus sering dikhotbahkan dan dicontohkan oleh kita tim pujian penyembahan. Kita harus menginspirasi jemaat melalui kehidupan kita. Bukan sekedar bernyanyi, tetapi kehidupan kita sebagai Tim Musik Pujian yang benar-benar diserahkan kepada Tuhan seperti yang tertulis di Roma 12:1, itu yang akan menginspirasi jemaat.
Ada pesan khusus untuk Tim Musik Pujian GBI Pasirkoja 39 Bandung?
Berserah…berserah dan berserah…Kehidupan kita ini bukan tentang kita tetapi it’s all about Jesus. Pujian dan penyembahan yang kita nyanyikan di atas mimbar itu juga bukan soal lagu. Semuanya hanya tentang Kristus. Berserahlah kepada Tuhan dalam segala hal. Saat kita mempersembahkan hidup sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah, saya yakin kehidupan kita dapat menjadi contoh bagi jemaat.
Oleh: Bhernadethe Siregar
GBI Pasir Koja 39 Bandung