Bila kita melihat apa yang dilakukan oleh Smith Wigglesworth dalam pelayanannya, kadang-kadang kita merasa ngeri, tetapi keintimannya dengan Roh Kudus membuat tindakan Imannya tidak pernah gagal.
Suatu saat di San Fransisco, dalam sebuah kebaktian kesembuhan, seorang yang berpenyakit kanker dibawa kepadanya, dengan logat Inggris yang khas dia bertanya ada masalah apa dengan orang ini pada dokter yang mendampingi orang tersebut. Dokter menjelaskan bahwa pasiennya dalam keadaan hampir mati karena kanker di perutnya. Dengan cepat penginjil itu mengepalkan tangannya dan memukul perut orang itu, begitu kerasnya sehingga orang itu nampaknya mati dengan tangan terkulai disampingnya. Dokter berteriak anda telah membunuhnya, keluarganya akan menuntut anda! tetapi Smith Wigglesworth dengan tenang berkata “Dia sembuh” lalu dengan tenang meninggalkan orang itu mendoakan orang lain yang sakit, tidak lama kemudian orang itu melompat dari tempat tidurnya dengan baju rumah sakit yang lucu, berjalan mondar-mandir mengikuti Smith dan berteriak-teriak bahwa dia telah sembuh, dokternya pun dengan sukacita berseru “Dia sembuh..dia sembuh..tetapi Smith Wigglesworth tanpa menoleh dan merasa heran akan terjadi kesembuhan itu berkata agar orang itu mengucap syukur atas kesembuhannya; sementara ia terus melayani orang lain yang sakit, Dia sama sekali tidak merasa heran akan kesembuhan itu.Dia sudah tahu orang itu pasti sembuh !.
Orang-orang yang intim dengan Tuhan, bergaul akrab dengan Roh-Nya mengetahui apa yang menjadi kehendak Tuhan dan melakukan perbuatan-perbuatan besar.
Roh kudus adalah pemeran utama di masa kini, Dia mencari orang-orang yang mau dipimpin oleh-Nya (Roma 8:14) dan bergaul akrab dengan Dia (Yoh.14 :15-16). Dia adalah penasehat, penolong, penghibur yang menguatkan dan membawa kita di jalan kemenangan-Nya.
Bila kita berjalan sendiri tanpa minta nasihat dan pimpinan-Nya, kita akan kecewa dan gagal. Bila kita berjalan, bertindak dan melangkah dalam pimpinan-Nya, keberhasilan, sukacita, kemenangan dan kuasa menyertai kita.
Keintiman itu perlu dibina, sama dengan ketika kita membina keintiman dengan teman atau kekasih kita. Perlu banyak waktu yang dilalui bersama, komunikasi yang terus menerus sehingga kita menjadi saling mengerti dan mengasihi.
Binalah komunikasi dengan Roh kudus dalam doa, penyembahan dan kehidupan pribadi kita. Libatkan Dia dalam setiap keputusan dan tindakan kita, katakan kepada-Nya untuk menolong, memimpin dan menyertai setiap langkah kita dan alamilah kehidupan Kristen yang berkemenangan dan penuh kuasa. Amin
Oleh: Pdt. Simon Irianto
GBI Pasir Koja 39 Bandung