
Sulit tidur pada malam hari atau yang dikenal juga dengan nama insomnia sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Gejala insomnia juga dapat berupa sulit tidur kembali bila terbangun terlalu pagi. Sulit tidur menyebabkan kita merasa lelah saat bangun pagi. Insomnia juga dapat mengganggu emosi, kesehatan dan kualitas hidup.
Berapa jam tidur yang cukup? Waktu tidur berbeda pada setiap orang, Namun, orang dewasa membutuhkan setidaknya 7-8 jam sehari untuk tidur.
Pada suatu keadaan, seseorang pasti mengalami insomnia, terutama setelah mengalami kejadian yang traumatis, atau bila menghadapi tekanan. Insomnia pada kebanyakan orang, hanya berlangsung secara singkat, beberapa hari hingga minggu. Tetapi pada beberapa orang, insomnia dapat bertahan hingga berbulan-bulan hingga tahunan. Insomnia mungkin merupakan masalah yang berhubungan dengan kesehatan atau pengobatan.
Apa gejala umum dari insomnia? Sulit tidur pada malam hari, terbangun mendadak pada malam hari, bangun subuh. Mengantuk pada siang hari, sulit berkonsentrasi.
Apakah penyebab dari insomnia?
- Tekanan / stress: tekanan pekerjaan, sekolah, kesehatan, keuangan dan keluarga dapat membuat pikiran Anda tetap terjaga pada malam hari dan sulit tidur.
- Perjalanan jauh: tubuh kita memiliki jam biologis yang mengatur waktu bangun dan tidur sehari-hari. Ketika kita melakukan perjalanan jauh atau lintas benua dengan perbedaan waktu cukup signifikan, maka jam biologis kita akan mengalami gangguan. Bekerja dengan shift malam juga dapat mengganggu jam biologis tubuh kita
- Kebiasaan tidur yang buruk: jam tidur yang tidak teratur, menonton TV atau bermain HP sebelum tidur dapat menyebabkan gangguan siklus tidur.
- Makan terlalu banyak. Makan terlalu banyak sesaat sebelum tidur akan menyebabkan tubuh kita merasa tidak nyaman ketika tidur. Beberapa orang juga mengeluhkan rasa terbakar di dada yang diakibatkan oleh naiknya asam lambung.
- Gangguan kesehatan tertentu atau meminum obat yang dapat mengganggu siklus tidur seperti asma, diabetes, thyroid dan beberapa kelainan saraf.
- Mengkonsumsi makanan atau obat-obatan yang mencegah kita untuk tidur seperti: kopi, teh, coca cola, dan alkohol.
- Penuaan: orang tua pada umumnya mengalami gangguan tidur. Lansia mudah terbangun pada malam hari dan mudah tertidur pada siang hari. Namun, lansia masih membutuhkan jam tidur yang sama dengan orang muda.
Biasanya resiko insomnia akan meningkat pada wanita (dipengaruhi oleh hormonal), menjelang menopause, orang tua diatas 60 tahun, berada pada tekanan, sering bepergian.
Insomnia dapat mengganggu kesehatan, menurunkan kemampuan konsentrasi dan cepat lelah. Pada keadaan yang ekstrim, insomnia dapat meningkatkan resiko kecelakaan di jalan raya.
Pencegahan insomnia dapat dilakukan bila Anda memiliki kebiasaan hidup yang teratur dan baik:
- Jaga pola kehidupan Anda, bangun dan tidur pada waktu yang sama setiap hari, termasuk weekend
- Tetap aktif, olahraga akan membantu Anda memiliki tidur yang baik
- Periksa obat-obatan yang kita minum, apakah ada side effect berupa insomnia
- Kurangi tidur siang
- Kurangi konsumsi kopi, teh dan alkohol
- Hindari makan berat sesaat sebelum tidur
- Gunakan kamar tidur hanya untuk tidur. Jangan melakukan aktivitas lain seperti menonton atau menggunakan smartphone sebelum tidur
Jangan lupa, berdoa dan berserah kepada Tuhan. Itu akan membuat Anda bebas dari tekanan dan terhindar dari insomnia.
Mazmur 127: 2
Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah–sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur
GBI Pasir Koja 39 Bandung