IMAN UNTUK MELAMPAUI PENGHARAPAN FANNY CROSBY – 01

WEB artikel wanita copy
WEB artikel wanita copy

Ia nampaknya dilahirkan untuk menulis. Namun, perempuan yang mewariskan sebagian dari himne yang membangkitkan semangat kepada dunia ini harus berjuang melawan kegelapan sebelum melihat cahaya. Kisah Fanny lebih dari sekedar musik dan kata-kata. Kisahnya adalah tentang mencari tujuan sembari mengatasi keraguan dan ketakutan.

Pada 1905, janji yang di patung kebebasan (patung Liberty) menggemakan mimpi bagi banyak orang. Bagi kebanyakan imigran baru, hidup terasa keras, kondisi kehidupan sering mengerikan, dan janji akan kesempatan adalah emas di ujung pelangi.

Pada akhir musim dingin di Manhattan, perempuan kecil, lemah, bongkok, dan nampaknya terlupakan menyusuri jalanan dekat distrik yang keras dan membahayakan. Topi, pakaian dan sepatunya akan dikenakan perempuan trendi pada 1840-an, sama sekali tidak cocok dikenakan di jalanan Big Apple yang padat.

Pakaiannya tidak menunjukkan fakta bahwa ia hidup susah, tetapi tidak demikian dengan keadaan rumahnya. Perempuan ini tinggal di rumah sewaan dengan belasan keluarga lain yang kebanyakan tidak bisa berbicara bahasa Inggris. Kamarnya yang kecil hampir tidak memiliki ruang untuk tempat tidur dan meja. Tidak ada jendela untuk ventilasi, sehingga sangat gelap, lembab, dan berdebu. Akan tetapi, perempuan lemah ini tidak peduli bahwa tempat kediamannya buruk, tetangganya berbicara dalam bahasa berbeda, atau jalanan penuh dengan anak-anak kasar, para pekerja galangan kapal, peminum, pelacur, dan penjudi. Malahan ia menikmati keterlibatannya dengan kelompok bermasalah ini.

Perempuan tua yang lemah ini tidak berjalan sendiri, alasannya bukan untuk keamanan. Ia berjalan dengan temannya karena ia buta. Baginya, dunia adalah tempat bayang-bayang gelap, tak berbentuk. Namun, ia tidak takut pada kekosongan tanpa akhir yang terbentang di hadapannya, sesungguhnya ia nyaman dalam kegelapan.

Pada bulan Maret, ketika perempuan tua itu berjalan di sepanjang trotoar yang padat, beberapa orang menyempatkan diri untuk menyapanya. Mereka bukan anggota masyarakat, melainkan orang tertolak, orang-orang yang banyak masalah dan berjuang di jalanan untuk melunasi utangnya. Orang-orang terbuang ini berbicara kepada perempuan kecil itu dalam nada yang penuh hormat. Perempuan itu tersenyum dan menjawab dengan kata kata yang memberi semangat. Seringkali ia merogoh dompetnya dan mengeluarkan koin.

Walaupun dia akan berumur seabad dalam satu setengah dekade, langkah perempuan itu menunjukkan bahwa ia sedang melakukan satu misi yang dipimpin menuju salah satu tempat favoritnya, penjara setempat. Meski tidak satu pun laki-laki yang hidup di balik itu mengenalnya, ia menganggap mereka sebagai keluarganya. Ketika semua orang merendahkan mereka, perempuan ini justru mengambil waktu untuk menunjukkan kepada mereka potensi mereka dan meyakinkan mereka bahwa Tuhan mengasihi mereka dan pengampunan itu hanya sejauh doa.
Saat menyusuri….(bersambung)

Check Also

Artikel Wanita Okt 26 copy

IMAN UNTUK MELAMPAUI PENGHARAPAN FANNY CROSBY – 04

Artikel Wanita Okt 26 copy Karena semakin yakin dengan kemampuan intelektual cucunya, Eunice mulai membaca …