Shallom…, kali ini saya akan menyampaikan kegiatan ibadah Padang ABI yang diadakan pada hari Minggu 28 Agustus 2016 di Villa Avina Lembang. Cuaca mendung hari itu mengawali kegiatan ABI, sehingga terasa matahari tak bersinar seterik biasanya. Namun begitu tak menyurutkan semangat 135 orang yang telah mendaftar untuk ikut serta dalam acara ini. Sesuai rencana, anak-anak sudah mulai berdatangan di GBI Pasko sejak pk. 06.30 untuk didata ulang dan dibagi-bagi menurut kelompoknya. Sekitar pk. 07.20, dengan menggunakan dua buah bus dan beberapa mobil pribadi, rombongan berangkat ke Avina Lembang. Rombongan tiba di lokasi pada pk. 08.40 dalam suasana hujan gerimis dan langsung bersiap mengikuti ibadah minggu pagi.
Ibadah padang kali ini mengambil tema “Unity” dengan Kak Teguh Juliawan sebagai pembicaranya. Beliau mengajarkan pentingnya kesatuan didalam tubuh Kristus. Untuk dapat melakukan hal ini kita harus memperhatikan tiga poin penting, yaitu:
- Love each other (saling mengasihi satu sama lain)
- Be humble (rendah hati)
- Everyone is important (tiap orang itu penting)
Melalui pembelajaran kali ini anak-anak diharapkan dapat memiliki kesadaran betapa Tuhan merindukan anak-anak-Nya hidup dalam kesatuan yang indah.
Selepas ibadah minggu pagi cuaca berangsur membaik. Seluruh peserta bersiap mengikuti perlombaan. Anak-anak berbaris di lapangan rumput sesuai kelompoknya masing-masing. Ci Lidya selaku koordinator acara memberikan pengarahan tentang berbagai lomba yang akan mereka ikuti. Anak-anak tampak bersemangat dan sudah tidak sabar untuk bermain.
Supaya perlombaan berjalan dengan kondusif, panitia membagi anak-anak ke dalam tiga kelompok besar, yaitu:
- Kelompok batita dan balita
- Kelompok kanak-kanak (1-2 SD), dan
- Kelompok anak yang lebih besar (3 SD – Turem)
Tiap kelompok didampingi oleh guru-guru sekolah minggu. Khusus untuk kelompok usia batita-balita permainan juga melibatkan para orangtua. Permainan berjalan seru. Tingkah polah anak-anak yang masih kecil ini mengundang senyum dan tawa orang-orang yang melihatnya.
Dalam rangka memeriahkan hari kemerdekaan RI yang baru saja diperingati, beberapa perlombaan khas 17 Agustusan turut digelar. Anak-anak kelas besar dengan penuh semangat mengikuti lomba balap karung, makan kerupuk dan memasukan pensil ke dalam botol. Game bersama ini ditutup ketika tiap-tiap kelompok harus membentuk formasi dengan bergandengan tangan membentuk lingkaran dengan punggung yang saling berhadapan. Mereka bergegas berjalan menuju garis finish. Beberapa anak tampak kerepotan ketika mereka harus berjalan mundur sambil tangannya tertarik oleh teman sekelompoknya. Ada juga yang nyaris terjatuh. Tapi semua orang sangat menikmati permainan ini.
Selain game bersama tadi panitia juga menyiapkan 5 permainan lain yang terbagi ke dalam 5 pos. Masing-masing kelompok harus mengumpulkan poin sebanyak mungkin. Permainan-permainan itu mengasah ketangkasan, kecepatan, kekompakan, dan juga wawasan Alkitab peserta.
Sekitar pk. 12.00 permainan usai. Tiba waktunya untuk mengumumkan kelompok-kelompok yang jadi pemenang. Anak-anak yang kelompoknya jadi juara maju ke depan untuk menerima hadiah. Tapi jangan kuatir, yang belum juara pun mendapat hadiah. Semua tersenyum gembira.
Ooops..ada suara perut yang keroncongan, ternyata sudah waktunya makan siang. Setelah berdoa bersama, anak-anak mulai mengantri dengan tertib. Mereka menikmati makan siangnya sambil duduk-duduk santai melihat pemandangan hijau sambil sesekali mengobrol. Wooow…menyenangkan sekali.
Lapangan rumput yang luas tak dibiarkan menganggur begitu saja. Beberapa anak laki-laki bermain sepakbola disana. Para ayah juga tak mau kalah unjuk kebolehan bermain bola sambil menemani anak laki-laki mereka. Sementara anak-anak perempuan, sehabis makan berjalan-jalan di sekitar lapangan rumput atau bermain halang-rintang. Sungguh kebersamaan yang indah dan menyenangkan. Tuhan pasti senang melihat anak-anak-Nya bersukacita.
Sebelum rombongan kembali ke Bandung, panitia menyempatkan diri untuk mengabadikan moment ini. Semua peserta berbaris dan … smile… cekrek!! Sebuah foto dibuat.
Tak lama hujan rintik-rintik turun lagi. Anak-anak langsung bubar dan naik ke bus. Bus mulai bergerak menuju Bandung. Meskipun badan terasa lelah tapi hati bersukacita boleh menikmati indahnya alam ciptaan Tuhan dalam kebersamaan dan kesatuan dengan saudara seiman. Thank you God for giving us this moment.
Soli Deo Gloria!!
Oleh: Elizabeth Tampubolon
GBI Pasir Koja 39 Bandung