Revisi Pengerja GBI Pasir Koja 39 (17 Agustus 2017)
Sesi 1
Pdt. Jantje Haans
Hidup berdampak bagi pertambahan jiwa baru
Kisah Para Rasul 2:41-47.
Dampak = dunechunnen
Hidup disukai semua orang adalah salah satu bagian dalam misi.
- Hidup berdampak terhadap pertambahan jiwa (Kis. 2:41, Lukas 15:7). 2. Misi memberi dampak bagi ketekunan – persekutuan (Kis. 2:42-43, Markus 1:35, 38, Mazmur 133). 3. Rahab fokus pada keluarga (Yosua 2:12-13, Kis. 2:44-46, Yosua 24:14-15). 4. Berdampak pada kuantitas (Kis. 2:47), berjejaring menjangkau jiwa-jiwa baru melalui segala macam program gereja. (Luk. 5:10, 2 Kor. 10:16).
Sesi 2 & 3
Pdt. Samiton Pangellah
“Full Charge”
Kita memiliki tujuan dalam hidup kita dan kita diciptakan segambar serupa dengam Allah untuk kemuliaan-Nya. Oleh firman-Nya kita dibangun.
Profesi kita adalah kendaraan kita, tujuan kita adalah untuk kemuliaan Tuhan yaitu di surga, yang perlu dievaluasi adalah apa yang kita kerjakan di dunia ini, bertumbuh dalam Kristus. Iman mengajarkan kemuliaan pada kita, bukan mas dan perak.
Berdoa lahir dari iman, dari percaya. Kita memerlukan orang-orang disekeliling kita untuk memberikan dorongan.
Ada kemampuan, ada kemauan dan ada energi.
Yohanes 10:9-11. Yesus datang untuk memberi hidup yang berkelimpahan. Hidup artinya beroperasi/berfungsi. Dia memberi hidup yang tanpa batas. Semua mahluk hidup memerlukan energi, dan Tuhan lah sumber energi. Manusia adalah mahluk roh yang memiliki tubuh, memerlukan energi materi dan spiritual. Untuk mengampuni, sukacita, rendah hati, sabar dll membutuhkan energi spiritual. Seringkali yang terjadi adalah kita tidak menerima energi spiritual dari Tuhan. Selalu terkoneksi dengan Sumber dengan “menyembah” sehingga akan terjadi aliran energi dari Tuhan kepada kita yang membutuhkan energi itu. Yesaya 40:30-31, kekuatan baru inilah yang disebut dengan energi! Tinggal di dalam Tuhan artinya kita terkoneksi!
Saat bangsa Israel di padang gurun diserang ular tedung, Musa diperintahkan Tuhan untuk mendirikan ular tembaga agar bangsa Israel memandang kepada ular tembaga (menggambarkan salib Kristus). Kalau kita selalu terkoneksi (energi berlimpah) dengan Tuhan, maka setan memiliki masalah. Setan mengambil energi (mencuri) dari manusia. Oleh karena itu setan menginginkan manusia untuk selalu menyembah agar energi itu berlimpah sehingga setan bisa mencuri energi itu.
Seringkali gereja Tuhan tidak waspada dan tidak sadar kalau gereja Tuhan sudah tercuri, strategi setan dalam mencuri:
- Mencuri dengan cerita kebohongan yang penuh intimidasi dan ancaman. Mempercayai mitos artinya kita terlibat dalam mitos itu, kekuatiran akan membuang energi.
- Mencuri dalam penyembahan berhala. Menyembah berhala artinya terkoneksi dengan berhala, dengan terkoneksi ada transfer energi dan bersatu dengan objek berhala itu. Setan tidak memiliki kuasa, dia mengambil kuasa dari Tuhan melalui manusia. Tanpa energi dari manusia, dia tidak bisa beroperasi.
- Mencuri dengan berharap / menuntut uang ajan mengakibatkan kekecewaan dan benci. Berharap kepada pasangan yang bukan Tuhan. Menikah adalah membahagiakan pasangan, bukan membahagiakan diri sendiri, terkutuklah kalau menikah itu berharap! Cinta/kasih itu memberi! Saat Yesus ada di kayu salib itu karena cinta / kasih pada manusia bukan karena perasaan!
Energi itu dapat di akumulasi. Bagaimana caranya? Jangan tinggalkan perkumpulan / persekutuan / pertemuan-pertemuan ibadah. Menyembah dilakukan untuk kita mengisi energi dari Tuhan. Menyembah adalah kebutuhan bagi kita! Saat kita menyembah lakukan dengan bersyukur, setiap kali kita bersyukur, kita akan mendapatkan. Bersyukur adalah bagian kita untuk menerima/mengisi energi positif (karena Tuhan tidak pernah menciptakan energi negatif). Kita berkumpul di gereja untuk saling mengakumulasikan energi, saat ini gereja kehilangan “kebiasaan” itu, saat ini kita menganggap gereja tidak lebih dari “bioskop”, tidak saling mengenal, tidak ada saling akumulasi energi. Jika di analogikan gereja adalah industri, maka gereja adalah sebuah industri pendidikan, amanat agung adalah “jadikan mereka murid”. Gereja sekarang menjadi EO, hanya mementingkan kehadiran bukan mementingkan progres pertumbuhan kualitas dan kuantitas jemaat, tidak memuridkan.
Berdoa adalah memberi dan memberkati. Berdoa mersirkulasikan energi.
Sesi 4
Pdt. Simon Irianto
Kejadian 1:28
Ketika Tuhan memberkati, Allah memberkati untuk satu tujuan, dalam bidang apapun! Beranak cucu dan bertambah banyak berbicara tentang kuantitas, artinya terjadi multiplikasi dan bertambah banyak. Allah mau kita bukan hahya bertambah banyak tapi taklukan, memerintah atas pertumbuhan itu. Tertanam dalam bait Allah artinya bertunas, berbuah, berdampak. Kalau kehidupan kita tidak berdampak, ada sesuatu yang salah dengan kehidupan kita, ada yang perlu ditambahkan ke dalam iman kita yaitu kebajikan, pengetahuan, penguasaan diri. Kalau semua itu ada pada kita, maka kita akan berhasil. Tidak ada “idle” tapi harus ada pertumbuhan yang jelas yang artinya ada kehidupan. Potensi hanya potensi dan akan menjadi sesuatu kalau ada yang berbuat atas potensi itu.
Masalah terbesar dalam gereja adalah tidak adanya pertumbuhan. Kalau para pemimpin roh nya kosong, tidak ada yang dibagikan kepada jemaat untuk bertumbuh! Kalau kita tidak menambahkan sesuatu atas potensi kita maka tidak akan ada promosi dalam kehidupan kita. Adalah satu kasih karunia kalau kita bisa melayani karena dengan pelayanan itu adalah kesempatan untuk kita membangun orang lain. Bukan promosi yang penting tapi kehendak Tuhan lah yang terpenting. Bagaimana kita meningkatkan kualitas?:
- Membangun sumber daya melalui pemuridan! Tidak ada orang berkualitas dihasilkan dengan cara masal. Tidak ada produk yang berkualitas dihasilkan dengan cara masal. Kualitas dihasilkan melalui pemuridan menghasilkan orang-orang yang berkualitas, pemimpin melahirkan pemimpin! Pelayanan yang besar seringkali hilang karena tidak ada pemuridan.
Allah memberikan pengurapan/karunia/talenta untuk satu tujuan: MELAYANI! Ada tujuan Ilahi dalam kehidupan dan kita harus hidup di dalamnya (Ef. 2:10). 2. Meningkatkan/membangun infrastruktur (networking). Kemandekan menimbulkan kerusakan. Dengan terbangunnya infrastruktur semua akan ikut terbangun. Pembangunan infrastruktur artinya mempersiapkan untuk generasi berikutnya.
Oleh: Zeffry
GBI Pasir Koja 39 Bandung