
Infeksi yang disebabkan oleh virus herpes simpleks. Herpes simpleks berbeda dengan herpes zoster. Penyakit ini memiliki gejala timbulnya beruntus berisi air yang nyeri pada kulit, mulut, bibir, mata. Bila pecah, beruntus ini akan meninggalkan luka lecet yang terasa nyeri. Penyakit ini sangat menular dengan cara kontak langsung dengan penderita.
Pada infeksi pertama, gejala disertai demam dan nyeri sendi.
Pengobatan tidak dapat menghilangkan infeksi tetapi dapat meringankan gejala dan memperpendek durasi penyakit.
Apakah penyebab penyakit herpes?
Penyebabnya adalah virus Herpes simpleks tipe 1 dan 2. pada infeksi pertama, virus herpes berada pada keadaan dorman (tidur) di tubuh penderita. Secara periodik virus tersebut dapat teraktivasi dan menimbulkan gejala. Virus dapat ditemukan di dalam area yang mengalami beruntus atau luka tapi terkadang virus juga dapat ditemukan pada kulit normal penderita. Beruntus berisi air dapat ditemukan pada: kulit (di sekitar mulut, tangan, dan tubuh), kulit yang dilapisi lendir (seperti dalam mulut dan mata), seringkali tampak kulit di sekitar luka berwarna kemerahan.
Hal-hal yang dapat memicu reaktivasi dari virus herpes: menstruasi, stress, pengobatan yang menekan sistim imun, trauma fisik dan hal-hal yang tidak diketahui dengan pasti.
Gejala:
Herpes simpleks virus mengakibatkan rasa nyeri di sekitar area yang mengalami infkesi. Sebelum rasa nyeri muncul, biasanya penderita mengeluh rasa gatal dan tidak nyaman pada area tersebut. Gejala tambahan berupa demam, sakit kepala dan nyeri otot.
Infeksi herpes dapat bertahan hingga 10-19 hari.
Pencegahan:
Penderita herpes simpleks harus menghindari aktivitas dan hal-hal yang dapat menimbulkan reaktivasi. Hindari pula kontak dengan penderita herpes hingga luka benar-benar sembuh.
Hingga saat ini belum ada imunisasi untuk herpes.
Pengobatan:
Hingga saat ini tidak ada antivirus yang dapat menghilangkan infeksi herpes. Namun, penggunaan antivirus dapat meringankan gejala dan mempercepat penyembuhan. Pengobatan lebih efektif jika dilakukan pada tahap awal gejala, sebelum timbulnya beruntus. Namun, pengobatan dengan antivirus tidak dapat mencegah penularan kepada orang lain.
Pengobatan lain:
Penggunaan obat antinyeri topikal ataupun minum dapat mengobati rasa nyeri yang ditimbulkan oleh penyakit ini.
Oleh: Hanna, dr., M.Kes., PhD
GBI Pasir Koja 39 Bandung